pickleballvnz.com

Kementerian PU perbanyak sekat kanal tanggulangi karhutla di Kalsel

Banjarbaru (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperbanyak sekat kanal dan membantu membersihkan aliran irigasi untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) kh...

Banjarbaru (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperbanyak sekat kanal dan membantu membersihkan aliran irigasi untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya di Banjarbaru.

"Kita sudah kerahkan alat berat membangun sekat kanal di titik-titik lahan terbakar," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar di Banjarbaru, Senin.

Dia mengatakan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin sudah membantu secara optimal mengirimkan mesin pompa dan pembersihan aliran Irigasi Riam Kanan.

Upaya itu bertujuan untuk memastikan lahan yang rawan terbakar bisa dibasahi dan sumber air mencukupi untuk pemadaman.

"Embung-embung yang tersedia juga dikeruk dan bersihkan aliran airnya karena menjadi sumber air utama bagi helikopter water bombing," katanya menjelaskan.

Baca juga: Kementerian PU perkuat penanganan karhutla di Kalimantan dan Jambi

Roy menegaskan di saat musim kemarau berkepanjangan, maka sumber air menjadi sangat penting untuk tetap tersedia.

Terlebih lahan gambut di wilayah Banjarbaru yang terbakar sangat sulit dipadamkan jika hanya mengandalkan penyiraman di permukaan.

"Makanya kita perlu pembasahan dan paling efektif lagi penenggelaman lahan gambut agar tetap di bawah permukaan air," katanya.

Dirjen Bina Marga meninjau upaya penanggulangan karhutla di area ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru yang dinilainya sudah cukup efektif.

Hal itu terbukti dari mulai berkurangnya sebaran titik api dan kabut asap tidak lagi sepekat hari-hari sebelumnya.

Baca juga: Gubernur Kalsel: Karhutla di ring 1 bandara mulai terkendali

Baca juga: Polda Kalsel gunakan cairan tepung padamkan Karhutla gambut

Pewarta: Firman
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.