Kementan Turun Tangan Atasi Isu Penyakit dan Pakan Babi
Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) berkomitmen memperkuat usaha peternakan babi milik rakyat. Langkah ini ditempuh melalui pembahas...
Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) berkomitmen memperkuat usaha peternakan babi milik rakyat. Langkah ini ditempuh melalui pembahasan mendalam terkait tata niaga, kesehatan ternak, peningkatan produktivitas, hingga jaminan kepastian usaha.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan dan Pengurus Pusat GUPBI yang berlangsung di Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar, Bali.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, I Ketut Wirata, menegaskan bahwa Kementan dengan sigap merespons berbagai kendala yang dihadapi industri peternakan babi nasional.
"Pemerintah membuka dialog untuk mendengar langsung kondisi peternak sekaligus memetakan langkah yang dapat ditindaklanjuti," kata Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan I Ketut Wirata dikutip dari Antara, Minggu (6/9/2026).
"Kementan merespons aspirasi Pengurus Pusat GUPBI terkait berbagai tantangan peternakan babi nasional," ujarnya.
Dalam ruang diskusi tersebut, GUPBI menyampaikan serangkaian isu strategis. Di antaranya stabilitas harga dan tata niaga, penanganan penyakit, tingginya biaya pakan, regulasi lokal, kualitas genetik, kepastian pasar peternak mandiri, hingga dampaknya terhadap sosial, budaya, dan lingkungan.
Wirata sangat mengapresiasi masukan tersebut karena mencerminkan realita yang dihadapi para peternak di lapangan.
"Kami ingin setiap persoalan dilihat secara utuh dan dicarikan jalan keluarnya. Yang menjadi kewenangan Kementerian Pertanian akan kita tindak lanjuti," ucapnya.
Ia menambahkan, isu yang memerlukan keterlibatan lintas sektor akan dikoordinasikan bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga instansi relevan lainnya. "Yang terpenting, peternak harus memiliki ruang untuk tetap tumbuh dan berusaha," ujar Wirata.