Kemenperin upayakan pacu kontribusi industri kopi ke ekonomi - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan agar fondasi kuat yang dimiliki industri kopi nasional dapat dikonversi menjadi nilai tambah yang lebih besar, sehingga memacu kontribusiny...
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengupayakan agar fondasi kuat yang dimiliki industri kopi nasional dapat dikonversi menjadi nilai tambah yang lebih besar, sehingga memacu kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, menegaskan Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan industri kopi, baik dari sisi ketersediaan bahan baku, potensi pasar domestik, maupun peluang ekspor.
Menurutnya, Indonesia tercatat sebagai produsen biji kopi terbesar keempat dunia dengan produksi mencapai sekitar 834 ribu ton pada 2025.
Di sisi hilir, produk kopi olahan Indonesia telah menembus lebih dari 80 negara yang menunjukkan industri kopi nasional memiliki daya saing dan peluang ekspansi yang besar di pasar global.
“Kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki kekuatan dari hulu hingga hilir. Tantangan kita ke depan adalah memastikan kekuatan tersebut dapat dikonversi menjadi nilai tambah yang lebih besar melalui penguatan industri pengolahan, inovasi produk, peningkatan produktivitas, dan perluasan akses pasar. Pemerintah akan terus memacu industri kopi nasional agar semakin kompetitif dan mampu memperkuat posisinya di pasar global,” ujar Menperin.
Plt Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menyampaikan, industri pengolahan kopi nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan. Dari kapasitas terpasang sekitar 1,81 juta ton, realisasi produksi pada 2025 mencapai sekitar 928 ribu ton dengan tingkat utilisasi sekitar 51 persen.
Pemerintah menargetkan utilisasi industri pengolahan kopi dapat meningkat menjadi 86,6 persen pada 2029. Peningkatan tersebut menjadi salah satu fokus kebijakan untuk memastikan kapasitas industri yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dari sisi perdagangan, kinerja industri kopi olahan Indonesia menunjukkan tren positif. Pada 2025, Indonesia tercatat sebagai eksportir kopi premix terbesar di dunia dengan nilai ekspor 454,7 juta dolar AS atau menguasai 17,54 persen pangsa pasar global.
Sementara untuk kopi instan, Indonesia berhasil masuk dalam lima besar negara eksportir dunia dengan nilai ekspor 225 juta dolar AS dan menguasai 5,88 persen pangsa pasar global.
Lebih lanjut, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar (Mintemgar) Merrijantij Punguan Pintaria menambahkan, kunjungan kerja bersama DPR RI pada 4 September ke PT Santos Jaya Abadi, Semarang, Jawa Tengah menunjukkan perkembangan industri pengolahan kopi nasional yang semakin kuat dalam menciptakan nilai tambah.
Ini tercermin dari pemanfaatan bahan baku kopi dalam negeri, penerapan teknologi dan mesin dalam proses produksi, hingga diversifikasi produk yang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.
“Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana industri kopi nasional terus berkembang dari sisi pengolahan bahan baku, pemanfaatan teknologi, hingga diversifikasi produk. Kemampuan industri untuk mengolah kopi menjadi berbagai produk dengan nilai tambah menunjukkan bahwa kita memiliki potensi besar untuk terus memperkuat industri kopi dari hulu hingga hilir,” ujar Merrijantij.
Dalam menghadapi peluang pasar global, Kemenperin juga mendorong penguatan standardisasi, keamanan pangan, traceability, sertifikasi internasional, sustainability, serta branding produk kopi Indonesia.
Sejumlah produk seperti roasted bean, kopi instan, premiks, specialty coffee, kopi kapsul, drip coffee, dan ground coffee dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Selain itu, produk fungsional seperti kopi organik, decaf, dan produk dengan positioning kesehatan juga memiliki prospek yang menjanjikan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenperin upayakan pacu kontribusi industri kopi ke ekonomi
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.