Kemenkum NTT mengoptimalkan pencatatan kekayaan budaya masyarakat
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur (Kemenkum NTT) mengoptimalkan pencatatan kekayaan intelektual komunal (KIK) untuk mendokumentasikan dan melindungi kekayaan ANTARA News ntt 3 ...
Kemenkum NTT mengoptimalkan pencatatan kekayaan budaya masyarakat
Kamis, 24 September 2026 15:56 WIB
Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kemenkum NTT Hempy Poyk (kiri) bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Hilarius Da Silva melakukan koordinasi terkait pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal di Kupang, NTT, Kamis (24/9/2026). ANTARA/HO-Kemenkum NTT
Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur (Kemenkum NTT) mengoptimalkan pencatatan kekayaan intelektual komunal (KIK) untuk mendokumentasikan dan melindungi kekayaan budaya masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kemenkum NTT Hempy Poyk di Kupang, Kamis, mengatakan NTT memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan perlu mendapatkan perhatian serta perlindungan melalui pencatatan KIK berupa Ekspresi Budaya Tradisional (EBT).
“NTT memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari tarian, musik tradisional, ritual adat, cerita rakyat, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya. Potensi ini perlu kita identifikasi dan catat secara optimal agar keberadaannya terdokumentasi dan mendapatkan perlindungan sebagai bagian dari kekayaan intelektual komunal,” ujar Hempy.
Hal itu disampaikannya saat melakukan koordinasi optimalisasi pencatatan KIK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Kantor Wilayah Kemenkum NTT dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam mengidentifikasi, mendata, serta mendorong pencatatan berbagai potensi Kekayaan Intelektual Komunal yang dimiliki masyarakat NTT.
Menurut Hempy, pencatatan Ekspresi Budaya Tradisional bukan hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi dan keberlanjutan budaya lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menambahkan sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi penting karena pemerintah daerah memiliki data dan pengetahuan mengenai berbagai kebudayaan yang tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat.
“Kami berharap koordinasi ini dapat ditindaklanjuti dengan inventarisasi bersama terhadap potensi Ekspresi Budaya Tradisional di seluruh wilayah NTT. Dengan kolaborasi yang baik, semakin banyak kekayaan budaya daerah yang dapat tercatat dan terdokumentasi,” ujar Hempy.
Kedatangan jajaran Kanwil Kemenkum NTT disambut oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Hilarius Da Silva, yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Bidang Kebudayaan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Hilarius Da Silva mengatakan kerja sama lintas instansi diperlukan untuk memastikan berbagai kekayaan budaya NTT dapat terdata dengan baik dan terus dilestarikan.
Pihaknya berharap dengan pencatatan yang semakin optimal, berbagai warisan budaya masyarakat NTT tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memiliki dokumentasi yang kuat sebagai bagian dari KIK Indonesia.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.