pickleballvnz.com

Kemenekraf nilai pelestarian budaya potensi kembangkan ekraf

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menilai kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui ekosistem ekonomi kreatif, seperti keraton ANTARA News jogja 2 ...

Kemenekraf nilai pelestarian budaya potensi kembangkan ekraf

Jumat, 14 Agustus 2026 20:27 WIB

Image Print

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (tengah), berdialog dengan Ketua Umum FSKN sekaligus Raja Turikale VII Maros AA Mapparessa (ketiga kiri) saat menerima audiensi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (13/08/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menilai kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui ekosistem ekonomi kreatif, seperti keraton dan masyarakat adat.

“Pelestarian budaya perlu berjalan berdampingan dengan inovasi agar nilai-nilai tradisi tetap hidup, sekaligus dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan Menekraf Riefky saat menerima audiensi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (13/8) untuk membahas potensi kolaborasi dalam pengembangan kegiatan budaya, sekaligus membahas rencana Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA).

FSKN merupakan organisasi masyarakat adat yang menghimpun para pemangku adat dan keraton atau kerajaan di Indonesia. Berdiri sejak 2006 dan telah berbadan hukum, organisasi tersebut menjadi wadah bagi para raja, sultan, penglingsir, pemangku adat, serta trah keraton dari berbagai wilayah Nusantara.

Menurut Riefky, kolaborasi dengan FSKN diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi budaya Nusantara untuk dikenal, dikembangkan, dan diapresiasi.

“Festival seperti FKMA dapat menjadi momentum untuk mempertemukan keragaman budaya Indonesia dengan jejaring internasional, khususnya di kawasan ASEAN,” ujar dia.

Dalam hal ini, Kementerian Ekraf akan melihat peluang sinergi festival tersebut dengan berbagai program pengembangan subsektor kreatif yang relevan.

Kolaborasi lintas bidang diharapkan dapat mempertemukan kekayaan budaya dengan subsektor seni pertunjukan, seni rupa, kriya, fesyen, arsitektur, desain, hingga kuliner.

FKMA menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman keraton dan masyarakat adat Indonesia sekaligus membuka ruang pertemuan budaya dengan jejaring masyarakat adat di kawasan ASEAN.

Ketua Umum FSKN sekaligus Raja Turikale VIII Maros, AA Mapparessa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan masyarakat keraton di Nusantara.

Ia mengatakan salah satu program yang pernah diinisiasi adalah wisata Hindu Heritage di Jakarta Selatan. Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi keraton di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, momentum lima abad Jakarta menjadi kesempatan yang tepat untuk mengangkat nilai-nilai budaya serta potensi keraton, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

AA Mapparessa ingin menciptakan momentum untuk membangun kolaborasi dan pengembangan masyarakat keraton di Nusantara.

Melalui FKMA, mereka menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sebelumnya juga menginisiasi program bersama pemerintah di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Seperti Program wisata Hindu Heritage di Jakarta Selatan ini, kata AA Mapparessa, menjadi titik pangkal untuk membangun sebuah model pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif bagi keraton-keraton se-Nusantara.

“Kami ingin mengangkat nilai-nilai budaya dan potensi keraton, baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi kreatif, di Jakarta sebagai pusat kegiatan nasional,” ujar AA Mapparessa.

Pewarta : Sri Dewi Larasati
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026