Kemenbud terima hibah lukisan dan buku karya Otto Djaya dan Agus Djaya
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan menerima hibah lukisan dan buku karya seniman legendaris Indonesia, Otto Djaya dan Agus Djaya, dari keluarga Holst."Seluruh karya seni ini resmi menjadi milik negara da...
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan menerima hibah lukisan dan buku karya seniman legendaris Indonesia, Otto Djaya dan Agus Djaya, dari keluarga Holst.
"Seluruh karya seni ini resmi menjadi milik negara dan pemerintah akan mendiskusikan penempatan terbaiknya. Ke depan, kami berencana menyelenggarakan pameran khusus karya Otto Djaya dan Agus Djaya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka, sekaligus apresiasi tinggi kepada pihak keluarga sebagai kolektor yang berdedikasi," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun karya yang didonasikan yakni sebanyak 275 karya lukisan dan sketsa Otto Djaya, 36 buku dan dokumen referensi seni terkait karya Otto Djaya dan Agus Djaya sebagai bentuk apresiasi dan upaya pelestarian warisan sejarah seni rupa Indonesia.
Beberapa di antaranya lukisan “Tari Jaipong”, “Kondangan”, “Kuda Lumping”, “Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari”, dan lainnya. Selain penyerahan karya seni, keluarga Holst turut menyerahkan 25 eksemplar buku tentang Otto Djaya dan donasi buku kumpulan sketsa Agus Djaya.
Baca juga: Fadli: Museum Majapahit diharapkan jadi etalase peradaban Nusantara
Fadli mengapresiasi atas komitmen dan dedikasi keluarga Holst dalam mengumpulkan karya seni Indonesia serta keberhasilan mereka menerbitkan buku referensi yang sangat penting mengenai Otto Djaya.
Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama untuk melakukan penerjemahan buku referensi tentang Otto Djaya ke dalam bahasa Indonesia agar warisan sejarah dan literasi seni rupa ini dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melestarikan, merawat, dan mempublikasikan karya-karya maestro seni rupa bangsa demi pengayaan edukasi generasi mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan keluarga Holst, Inge Marie Holst, menyampaikan perjalanan panjang riset selama lebih dari 15 tahun yang mencakup penelusuran arsip dan wawancara di Indonesia serta Belanda.
Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Bapak Amir Sidharta atas dukungannya sejak awal riset.
"Otto Djaya adalah seniman luar biasa yang merekam observasi sosial dan budaya pada masanya. Karya lukisan beliau merupakan rekaman visual yang tidak boleh hilang. Kami mencari rumah yang tepat untuk koleksi ini agar dapat terus dilestarikan dengan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia," jelas Inge.
Baca juga: Situs Trowulan ditinjau untuk percepatan revitalisasi Museum Majapahit
Baca juga: Kemenbud dukung pengarsipan musik lewat Dana IndonesiaRaya
Baca juga: Kemenbud usulkan revitalisasi gedung dan kawasan bersejarah di Bandung
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.