Kemenag Sleman jalani verifikasi lapangan TPN menuju predikat WBK
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menjalani tahapan wawancara dan verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara ANTARA News jogja 28 ...
Kemenag Sleman jalani verifikasi lapangan TPN menuju predikat WBK
Jumat, 28 Agustus 2026 08:05 WIB
Kepala Kantor Kemenag Sleman Nadhif (kiri) pada wawancara dan verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam rangka penilaian Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). ANTARA/HO-Kemenag
Yogyakarta (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menjalani tahapan wawancara dan verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam rangka penilaian Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Proses evaluasi yang berlangsung di Aula lantai tiga Kantor Kemenag Sleman tersebut diisi dengan pemaparan serta pendalaman implementasi pembangunan Zona Integritas oleh Kepala Kantor Kemenag Sleman Nadhif bersama Ketua Tim Pembangunan Sangaji, serta enam koordinator divisi pembangunan Zona Integritas.
Enam koordinator tersebut terdiri atas divisi manajemen perubahan; divisi penguatan tata laksana; divisi penataan sistem manajemen SDM aparatur; divisi penguatan akuntabilitas kinerja; divisi penguatan pengawasan; dan divisi penguatan kualitas pelayanan publik.
Selain menggali keterangan internal, Tim Penilai Nasional juga mengonfirmasi dampak perubahan kualitas pelayanan publik dengan meminta testimoni langsung dari sejumlah pemangku kepentingan dan mitra kerja Kemenag Sleman.
Sejumlah stakeholder turut hadir di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Ketua Badan Amil Zakat Kabupaten Sleman, Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman, Pengurus Gereja Wilayah Santo Ignatius Ponggol Pakem, Leonardus Salma, serta Ketua Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memberikan perspektif eksternal mengenai kualitas pelayanan, inovasi, serta perubahan yang dirasakan masyarakat dan mitra kerja Kemenag Sleman.
Kepala Kantor Kemenag Sleman Nadhif menegaskan pembangunan Zona Integritas bukan sekadar upaya meraih predikat WBK, melainkan komitmen untuk mewujudkan budaya kerja berintegritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Bagi kami pembangunan Zona Integritas bukan sekadar mengejar predikat WBK, karena yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai integritas benar-benar menjadi budaya kerja dan diwujudkan dalam pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi hari ini menjadi momentum bagi kami untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih harus diperbaiki," katanya.
Nadhif juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenag Sleman dan para stakeholder yang telah memberikan dukungan dalam proses pembangunan Zona Integritas.
“Kami berterima kasih kepada seluruh tim dan stakeholder yang telah memberikan dukungan dan testimoni secara objektif. Apa pun hasil akhirnya nanti, kami akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat integritas, serta membangun kepercayaan masyarakat," katanya.
Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Ahmad Bahiej yang mengikuti proses evaluasi melalui daring dan menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi dan memastikan pembangunan Zona Integritas memberikan dampak nyata.
“Pembangunan Zona Integritas harus menghasilkan perubahan yang dirasakan. Bukan hanya perubahan pada sistem dan tata kelola, tetapi juga perubahan pada budaya kerja dan kualitas pelayanan. Kemenag Sleman harus terus menjaga komitmen tersebut secara konsisten," katanya.
Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Kemenag Sleman Sangaji menyampaikan seluruh jajaran telah berupaya mempersiapkan proses evaluasi yang berlangsung 25-28 Agustus tersebut secara optimal
“Kami berusaha menyampaikan kondisi yang sebenarnya, apa yang sudah kami lakukan, inovasi yang kami bangun, serta berbagai upaya perbaikan yang terus kami lakukan. Kami menyadari bahwa pembangunan ZI adalah proses berkelanjutan dan membutuhkan komitmen seluruh jajaran," kata Sangaji.
Menurutnya keterlibatan stakeholder dalam proses evaluasi menjadi bagian penting karena pembangunan Zona Integritas pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Testimoni dari stakeholder menjadi cermin bagi kami. Dari sana kami bisa melihat apakah inovasi dan perubahan yang kami lakukan benar-benar memberikan manfaat. Ini menjadi motivasi untuk terus berbenah," tutup Sangaji.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026