pickleballvnz.com

Kemajuan teknologi China buka peluang transformasi digital ekonomi

Kairo (ANTARA) - Pesatnya kemajuan China di bidang sains dan teknologi menghadirkan peluang baru bagi perekonomian-perekonomian berkembang untuk mendorong transformasi digital, memperkuat kapasitas riset, dan m...

Kairo (ANTARA) - Pesatnya kemajuan China di bidang sains dan teknologi menghadirkan peluang baru bagi perekonomian-perekonomian berkembang untuk mendorong transformasi digital, memperkuat kapasitas riset, dan mempercepat pembangunan berkelanjutan, demikian disampaikan oleh seorang pakar asal Mesir.

"China benar-benar telah menjadi tonggak penting inovasi global saat ini. Sebagian besar penelitian ilmiah serius saat ini berasal dari China, terutama di bidang teknologi pintar dan penerapan kecerdasan buatan (AI)," tutur Abdel-Wahab Ghoneim, wakil ketua Federasi Arab untuk Ekonomi Digital, kepada Xinhua dalam wawancara baru-baru ini.

Ghoneim, yang juga merupakan konsultan transformasi digital bagi pemerintah Mesir, mengatakan bahwa kemajuan teknologi China didorong oleh tiga faktor, yaitu "menghubungkan penelitian ilmiah dengan industri; memperluas teknologi canggih seperti AI, komputasi, dan cip; serta memiliki sistem negara yang mendukung riset, manufaktur, dan investasi."

Menurut pakar tersebut, langkah-langkah itu, beserta penguatan pendidikan teknologi, pembaruan legislasi, dan penyederhanaan administrasi, memberikan pelajaran praktis bagi negara-negara berkembang, termasuk Mesir.

Seorang pengunjung yang menghadiri Konferensi Forum Kemitraan Media dan Lembaga Think Tank Global Selatan China-Arab merekam video pameran kerja sama China-Arab pada sebuah pameran foto di Kairo, Mesir, 13 Mei 2026. (Xinhua/Liu Lei)

Sebelumnya pada bulan ini, China mengumumkan para penerima Penghargaan Sains dan Teknologi Negara 2025 di Beijing, memberikan penghargaan kepada 258 proyek serta 11 pakar sains dan teknologi.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Chen Liquan, seorang pakar terkemuka China di bidang teknologi baterai litium, yang menurut Ghoneim memiliki peran penting bagi masa depan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan energi terbarukan.

"Memberikan penghargaan kepada seorang pakar baterai litium menyampaikan pesan yang sangat penting," katanya, seraya mengatakan bahwa baterai kini menjadi tulang punggung pembangunan berkelanjutan, berperan penting dalam mengatasi tantangan penyimpanan energi di sektor tenaga surya, tenaga angin, dan EV.

Sektor EV China telah berkembang dari sekadar mengejar ketertinggalan menjadi pemimpin global, menawarkan model kerja sama bagi Mesir di bidang semikonduktor, panel surya, turbin angin, dan industri maju lainnya, terutama mengingat Mesir memiliki cadangan melimpah pasir silika dengan kemurnian tinggi dan pasir hitam kaya mineral, bahan baku krusial bagi industri manufaktur berteknologi maju.

"Penting untuk menarik perusahaan-perusahaan China yang memproduksi cip elektronik dan bergerak di industri maju lainnya untuk mendirikan pabrik di Mesir, sembari menawarkan insentif terbaik kepada mereka," imbuhnya.

Robot humanoid mendemonstrasikan kemampuan memungut dan menyortir saat berlangsung selama Konferensi AI Dunia 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global di Shanghai, China, 19 Juli 2026. (Xinhua/Liu Ying)

Ghoneim juga menyoroti kerja sama yang telah terjalin antara Mesir dan China, termasuk Pusat Data dan Komputasi Awan Pemerintah, kolaborasi Huawei dalam pengembangan teknologi 5G di Ibu Kota Administratif Baru Mesir, serta Zona Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan TEDA Suez China-Mesir.

"Ini merupakan proyek-proyek besar yang mencerminkan keyakinan Mesir terhadap teknologi China," katanya.

Dalam Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (World AI Conference/WAIC) 2026, yang digelar pada Juli di Shanghai, China, mengumumkan peluncuran Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization/WAICO) serta berkomitmen menyediakan 5.000 kesempatan untuk mengikuti program pelatihan dan seminar AI bagi negara-negara berkembang dalam lima tahun ke depan.

Ghoneim mengatakan upaya-upaya tersebut mencerminkan semakin pentingnya peran China sebagai mitra bagi negara-negara berkembang yang berupaya membangun masa depan teknologi mereka sendiri.

"China bekerja sama dengan negara-negara berkembang dalam menempuh jalur pembangunan berdasarkan prinsip saling menguntungkan," ujarnya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.