Kebakaran TPAS Galuga tak hambat persiapan groundbreaking PSEL - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah pusat memastikan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga tidak menghambat persiapan peletakan batu pertama proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik...
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah pusat memastikan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga tidak menghambat persiapan peletakan batu pertama proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Tim dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dan Danantara meninjau kondisi TPAS Galuga di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Asisten Deputi Ekonomi Sirkuler dan Dampak Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Rofi Alhanif mengatakan kawasan yang terdampak kebakaran berada di bagian timur TPAS Galuga yang merupakan zona tidak aktif.
“Bagian yang terbakar merupakan zona tidak aktif, kurang lebih lima hingga enam hektare, dan tidak mengganggu operasional sampah sehari-hari,” kata Rofi.
Menurut dia, secara visual sudah tidak terlihat kobaran api maupun kepulan asap di kawasan tersebut. Namun, petugas masih mendinginkan sejumlah titik yang terasa hangat untuk mencegah api kembali muncul dari bawah timbunan sampah.
Proses pendinginan diperkuat dengan pengerahan personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan untuk memastikan seluruh titik panas di kawasan terdampak dapat ditangani.
Kebakaran pertama kali terjadi pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB di lahan pertanian yang berbatasan dengan TPAS Galuga, kemudian merembet ke area timbunan sampah lama yang sudah tidak digunakan.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bogor, luas area terdampak awalnya tercatat 5,5 hektare dan sempat meningkat menjadi 8,4 hektare pada 8 September 2026.
Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, hingga Senin (14/9) area yang masih memerlukan penanganan tersisa sekitar 1,4 hektare di bagian utara serta 1.000 meter persegi di bagian timur. Penanganan di bagian selatan yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bogor telah selesai.
Pemadaman melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, serta unsur lainnya dengan sistem tiga sif selama 24 jam.
TNI Angkatan Udara juga mengerahkan helikopter untuk melakukan penyiraman dari udara sebanyak 10 sorti. Penanganan di darat dilakukan menggunakan mobil pemadam, alat berat, mesin pompa alkon, dan embung darurat.
Pemkab Bogor membangun embung darurat sedalam satu hingga dua meter untuk mendekatkan sumber air ke titik yang tidak dapat dijangkau mobil pemadam. Air dialirkan sejauh sekitar satu hingga dua kilometer menggunakan sejumlah mesin pompa.
Selain itu, drone termal Mata Garuda diterbangkan setiap satu jam untuk mendeteksi bara tersembunyi di bawah tumpukan sampah. Titik panas yang terdeteksi kemudian dibongkar menggunakan alat berat sebelum disemprot dan didinginkan.
TPAS Galuga sempat ditutup selama satu hari pada 8 September untuk memberikan akses penuh kepada armada pemadam dan kendaraan pemasok air. Pelayanan pembuangan sampah kemudian dibuka kembali secara bertahap sejak 9 September.
Bupati Bogor Rudy Susmanto sebelumnya menargetkan seluruh penanganan kebakaran dapat diselesaikan sebelum peletakan batu pertama PSEL pada 17 September 2026.
“Mudah-mudahan sebelum 17 September dapat tuntas dan terselesaikan semuanya,” ujar Rudy.
Rudy menyebut fasilitas PSEL akan dikerjakan Huaming Group asal China. Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan memulai pembangunan fasilitas pirolisis untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak melalui kolaborasi dengan Markas Besar TNI.
Kedua fasilitas pengolahan sampah tersebut direncanakan dibangun di sekitar pintu masuk TPAS Galuga.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.