pickleballvnz.com

Kebakaran lahan di kawasan Rinjani telah padam

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kebakaran permukaan lahan di sekitar kawasan camp di Pelawangan di jalur pendakian Sembalun kawasan ANTARA News mataram 38 ...

Lombok Timur (ANTARA) - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kebakaran permukaan lahan di sekitar kawasan camp di Pelawangan di jalur pendakian Sembalun kawasan Gunung Rinjani, Lombok, telah berhasil dipadamkan.

"Kebakaran lahan di kawasan Rinjani Lombok itu telah berhasil dikendalikan," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardi di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan peristiwa kebakaran itu terjadi pada Senin 10 Agustus 2026 sore dan tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan pemadaman dan pengendalian api.

"Kebakaran yang membakar vegetasi permukaan dengan luas sekitar 1,6 hektare akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam pada malam harinya," kata Astekita Ardi.

Baca juga: 30 hektare lahan terbakar di kaki Gunung Rinjani, api berhasil dipadamkan

Pihaknya mengapresiasi tim maupun pemandu dan porter yang turut turun langsung membantu memadamkan api serta mengamankan pengunjung.

"Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kekuatan penting dalam menjaga keselamatan dan kelestarian Rinjani," katanya.

Sebelumnya, Tim Polsek Sembalun melaksanakan patroli sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, pengunjung, dan para pendaki, dalam mengantisipasi kebakaran lahan di Gunung Rinjani.

Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Subadri mengatakan kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) itu menyasar para pengunjung dan masyarakat yang berada di kawasan TNGR, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Baca juga: Balai TNGR melibatkan masyarakat perkuat pengelolaan sampah di Rinjani

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Sembalun mengajak seluruh masyarakat dan pengunjung, khususnya para pendaki, untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla.

"Warga kami imbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak membuat api unggun maupun melakukan pembakaran sampah di kawasan yang berpotensi menimbulkan kebakaran," katanya.

Selain memberikan imbauan secara langsung, Kapolsek Sembalun juga menyarankan kepada pihak TNGR agar memasang banner berisi imbauan pencegahan karhutla di lokasi yang mudah dilihat oleh para pengunjung dan pendaki.

"Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung upaya pencegahan karhutla, sekaligus menjaga keamanan dan kelestarian kawasan TNGR," katanya.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026