pickleballvnz.com

Kebakaran Bromo Makin Meluas, TNBTS Buat Sekat Bakar 10 Meter untuk Cegah Api Menjalar ke Kawasan Lain

 Berita Nasional Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:34 W...

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Malang, VIVA – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menerapkan strategi pembuatan sekat bakar untuk menahan laju kebakaran hutan yang terus meluas di kawasan Gunung Bromo. Langkah ini dilakukan setelah kobaran api dari Blok Bantengan mulai merambat hingga mendekati kawasan savana.

Baca Juga

Hingga Selasa, 4 Agustus 2026, tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kondisi medan yang terjal, vegetasi yang mengering, dan embusan angin menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan titik api yang sebelumnya berada di kawasan Blok Bantengan dan Jantur di Kabupaten Lumajang kini bergerak turun menuju kawasan savana Gunung Bromo.

Baca Juga

"Terakhir, tim lapangan menyampaikan api sudah akan merembet ke savana," kata Endrip saat ditemui di Kantor Balai Besar TNBTS, Jalan Raden Intan, Kota Malang, Selasa (4/8/2026).

TNBTS Buat Sekat Bakar untuk Menahan Laju Api

Baca Juga

Untuk mencegah kebakaran terus meluas ke kawasan lain, Balai Besar TNBTS membuat sekat bakar di sejumlah titik yang dinilai rawan dilalui kobaran api.

Sekat bakar dibuat dengan membersihkan atau memotong vegetasi yang berada di jalur penyebaran api sehingga terbentuk ruang kosong yang dapat menghambat rambatan kobaran.

Endrip menjelaskan, lebar sekat bakar yang dibuat berkisar antara lima hingga sepuluh meter.

"Agar wilayah terdampak tidak meluas, kami membuat sekat bakar, dengan lebar 5 sampai 10 meter," ujarnya.

Menurutnya, metode tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam pengendalian kebakaran hutan, terutama saat musim kemarau ketika vegetasi berada dalam kondisi kering dan mudah terbakar.

Sekat Bakar Dinilai Efektif

Selain membuat sekat bakar, tim gabungan juga melakukan pemadaman secara langsung menggunakan metode gebyok dan peralatan jet shooter untuk mengurangi intensitas api di lapangan.

Endrip mengatakan, kombinasi berbagai metode tersebut selama ini dinilai cukup efektif untuk memperlambat penyebaran api.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selama ini cukup efektif dengan sekat bakar. Selain pemadaman dengan sistem gebyok dan dibantu jet shooter," katanya.

Meski demikian, proses pengendalian kebakaran masih terus berlangsung karena kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman.

Halaman Selanjutnya

Medan Terjal Hambat Proses Pemadaman