pickleballvnz.com

Karya kaligrafi peserta MTQ Nasional bakal dipamerkan

Karya kaligrafi dari seluruh peserta yang dilombakan pada cabang kaligrafi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tingkat Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah, akan ANTARA News jateng peristiwa ...

Karya kaligrafi peserta MTQ Nasional bakal dipamerkan

Selasa, 15 September 2026 01:19 WIB

Image Print

Para peserta cabang lomba kaligrafi pada Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI saat berlomba di Semarang, Senin (14/9/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Karya kaligrafi dari seluruh peserta yang dilombakan pada cabang kaligrafi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tingkat Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah, akan dipamerkan.

Direktur Lembaga Kaligrafi Al Quran (Lemka) KH Didin Sirojuddin AR di Semarang, Senin, mengatakan pameran akan dilakukan dalam kegiatan dialog kaligrafi pada 16 September mendatang.

"Pameran itu diharapkan menjadi ruang untuk melihat perkembangan seni kaligrafi, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas," katanya.

Ia mengatakan hampir seluruh provinsi mengirimkan delegasi untuk mengikuti lomba kaligrafi.

Peserta berasal dari lima golongan putra dan putri, dengan jumlah keseluruhan yang seharusnya mencapai sekitar 380 peserta.

Mereka berkompetisi terbagi di lima golongan yang dilombakan, terdiri atas naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital.

Golongan digital, kata dia, menjadi perkembangan terbaru ketika peserta membuat tulisan dan lukisan kaligrafi menggunakan perangkat komputer, bukan pena, cat, atau tinta secara konvensional.

"Penilaian kaligrafi mencakup kebenaran kaidah huruf, keindahan huruf, dan keindahan hiasan," katanya.

Ia mencontohkan pada golongan hiasan mushaf, aspek huruf mendapat porsi 60 persen, sedangkan hiasan 40 persen sehingga ketepatan dan keindahan tulisan tetap menjadi unsur utama.

Menurut dia, karya yang dilombakan juga harus dibuat secara langsung oleh peserta, berbeda dengan sejumlah lomba kaligrafi internasional yang memberikan waktu pengerjaan karya hingga berbulan-bulan.

Dalam lomba MTQ di Indonesia, kata dia, karya dibuat langsung sehingga orisinalitas dapat dipastikan.

Pelaksanaan MTQ XXXI juga membawa Didin kembali mengingat peristiwa pada 1979 ketika untuk kali pertama digelar pameran seni lukis islami dalam rangkaian kegiatan MTQ XI di Semarang.

Kini, 47 tahun kemudian, Semarang kembali menjadi tempat berlangsungnya pameran kaligrafi berskala internasional.

Dia mengakui ada hal unik dalam sejarah tersebut saat pameran seni lukis islami pada 1979 mendapat dukungan kuat dari Joop Ave yang ketika itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Pariwisata, kemudian menjadi Menteri Pariwisata.

"Rupanya karya-karya lukis islami itu disukai oleh siapa pun, dan memang tidak ada batas-batas," katanya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan MTQ XXXI bukan hanya menjadi milik umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat secara luas.

Keterlibatan berbagai kalangan, termasuk masyarakat non-muslim menunjukkan semangat toleransi dan nilai rahmatan lil alamin, yang ingin dibawa dari Jateng.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.