pickleballvnz.com

Karhutla di Pantai Lunci Sukamara hanguskan 30 hektare lahan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cukup besar terjadi Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, salah satunya di Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci yang ANTARA News kalteng 1 ...

Karhutla di Pantai Lunci Sukamara hanguskan 30 hektare lahan

Jumat, 24 Juli 2026 06:43 WIB

Image Print

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara ketika berupaya memadamkan api, Rabu malam (22/7/2026). ANTARA/HO- BPBD Sukamara

Sukamara (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cukup besar terjadi Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, salah satunya di Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci yang diperkirakan menghanguskan sekitar 30 hektare lahan pada Rabu (22/7) lalu.

"Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran lahan di Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci pada Rabu, sementara upaya pemadaman di lokasi kedua yaitu di Desa Sungai Cabang Barat masih dilanjutkan pada hari berikutnya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sukamara, Muhammad Fauzi di Sukamara.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara, informasi awal kebakaran diterima dari masyarakat.

“Tim pertama kali bergerak menuju lokasi di Desa Sungai Damar sekitar pukul 10.50 WIB dan berhasil menyelesaikan pemadaman pada pukul 14.20 WIB,” jelasnya.

Kebakaran di Desa Sungai Damar menghanguskan lahan seluas sekitar 30 hektare dengan luasan yang berhasil dipadamkan sekitar 12 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi ilalang, semak belukar, dan pakis di atas tanah mineral.

“Setelah memastikan api benar-benar padam, tim bersiap kembali ke pos masing-masing. Namun, sekitar 30 menit kemudian, petugas kembali menerima informasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengenai kebakaran di Desa Sungai Cabang Barat, Kecamatan Pantai Lunci,” sebut Fauzi.

Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi kedua dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 15.38 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Hingga operasi dihentikan pada malam hari, api belum berhasil dipadamkan sehingga penanganan dilanjutkan keesokan harinya.

“Pemadaman dilakukan secara mekanis menggunakan mesin GX, unit slip on, serta peralatan pemadaman darat. Sumber air di lokasi pertama berasal dari parit, sedangkan di lokasi kedua memanfaatkan slip on,” kata Fauzi.

Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan di lokasi pertama terdiri atas personel TRC-BPBD Sukamara, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sulam, Polri, dan masyarakat. Sementara itu, di lokasi kedua, operasi melibatkan TRC-BPBD, Manggala Agni, KPHP Sulam, dan BKSDA.

Dalam operasi tersebut, BPBD Sukamara mengerahkan satu unit truk water supply, dua unit slip on, satu unit mesin GX, satu unit kendaraan Triton, dua unit handy talky (HT), sembilan selang antar, dan satu unit nozzle.

“Sebelum meninggalkan lokasi, masing-masing instansi melakukan pengecekan personel untuk memastikan seluruh anggota dalam kondisi lengkap dan selanjutnya kembali ke pos masing-masing,” demikian Fauzi.

Baca juga: Satpol PP Sukamara libatkan publik dalam peningkatan standar pelayanan

Baca juga: Kontingen Sukamara raih 14 medali O2SN Kalimantan Tengah 2026

Baca juga: DPRD bersama Pemkab Sukamara sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Pewarta : Donefrid Lalang
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.