pickleballvnz.com

Karhutla ancam populasi bekantan di pesisir Sungai Rutas - ANTARA News Kalimantan Selatan

Rantau (ANTARA) - Populasi bekantan yang mendiami kawasan pesisir Sungai Rutas, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, masih terpantau aman di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun ...

Rantau (ANTARA) - Populasi bekantan yang mendiami kawasan pesisir Sungai Rutas, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, masih terpantau aman di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun ancaman meningkat apabila api mulai menjalar ke kawasan tepian sungai.

Ketua Kader Konservasi Rindang Lestari Syahrani mengatakan, habitat bekantan di sepanjang Sungai Rutas belum terdampak langsung kebakaran karena satwa dilindungi tersebut hidup pada pepohonan di sekitar aliran sungai.

"Untuk saat ini masih aman karena kebakaran lahan belum sampai ke pesisir Sungai Rutas. Bekantan memang pola hidupnya berada di pepohonan sekitar sungai," ujar Syahrani kepada ANTARA di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dengan kebakaran besar pada 2015 ketika api menjalar hingga kawasan pesisir sungai yang menjadi habitat bekantan.

Pada peristiwa tersebut, ucap Syahrani, puluhan bekantan ditemukan mati, bukan akibat terbakar secara langsung, melainkan diduga karena mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran yang pekat.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pemantauan sedikitnya terdapat sembilan koloni bekantan yang mendiami sepanjang pesisir Sungai Rutas.

"Setiap koloni diperkirakan berjumlah antara 25 hingga 30 ekor, sehingga kawasan pesisir Sungai Rutas menjadi salah satu habitat penting bagi populasi bekantan di Kabupaten Tapin," katanya.

Syahrani menyebutkan, ancaman terhadap satwa endemik Kalimantan itu akan meningkat apabila kebakaran lahan terus berlangsung hingga memasuki kawasan pesisir sungai.

Ia memperkirakan, pertengahan Oktober 2026 menjadi periode penting karena wilayah Kalimantan Selatan diperkirakan mulai memasuki masa transisi menuju musim hujan.

"Kalau sampai pertengahan Oktober kebakaran justru menyasar lahan di pesisir sungai, maka populasi bekantan bisa terancam," ucapnya.

Ia berharap, upaya pengendalian karhutla tidak hanya difokuskan pada perlindungan permukiman dan aktivitas masyarakat, tetapi juga memperhatikan kawasan habitat satwa liar, khususnya tepian sungai yang menjadi ruang hidup bekantan.

"Pencegahan kebakaran di sekitar pesisir Sungai Rutas penting dilakukan untuk menghindari terulangnya dampak ekologis seperti yang terjadi pada kebakaran besar 2015," ungkap Syahrani.

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.