Kapok Ditipu Struk Editan, Lansia Penjual Kue Ini Setop Terima Pembayaran QR
Jakarta - Penjual kue lansia ini setop pembayaran via QR setelah diduga berkali-kali ditipu lewat struk pembayaran editan oleh pelanggan. Ia pun memilih kembali menerima uang tunai.Pembayaran nontunai kini bany...
Jakarta -
Penjual kue lansia ini setop pembayaran via QR setelah diduga berkali-kali ditipu lewat struk pembayaran editan oleh pelanggan. Ia pun memilih kembali menerima uang tunai.
Pembayaran nontunai kini banyak digunakan pedagang kecil karena praktis dan memudahkan transaksi. Namun, kemudahan ini ternyata juga bisa dimanfaatkan oknum penipu.
Seperti yang dialami oleh seorang penjual kue tradisional di Melaka, Malaysia. Ia kerap jadi korban pelanggan yang diduga menggunakan bukti pembayaran palsu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah tersebut dibagikan seorang pengguna Threads @raannnnnyaaaa (27/9) setelah mengunjungi sebuah lapak kue di sekitar Klebang Restu, Melaka, lapor Weird Kaya (27/9).
Di lapak tersebut terlihat tulisan tangan berbunyi "Tidak ada pembayaran QR hari ini", yang berarti pembayaran melalui QR tidak tersedia hari itu.
Kapok Ditipu Struk Editan, Lansia Penjual Kue Ini Setop Terima Pembayaran QR Foto: Thread/@raannnnnyaaaa
Saat ditanya alasan tidak menerima pembayaran QR, penjual yang disebut sudah lanjut usia itu diduga mengatakan banyak pelanggan yang menipunya.
Menurut penjual tersebut, ada pelanggan yang menunjukkan bukti pembayaran seolah-olah transaksi sudah berhasil, padahal uangnya tidak masuk ke rekening.
"Banyak orang yang menipu saya. Banyak uang yang tidak masuk. Mereka mengedit struknya. Bahkan suaranya juga sama," ujar penjual tersebut.
Pengguna yang membagikan cerita itu turut menyayangkan tindakan tersebut. Pasalnya, pedagang kecil seperti penjual kue biasanya mendapatkan keuntungan yang tidak terlalu besar dari setiap makanan yang dijual.
Unggahan itu kemudian ramai dikomentari warga Malaysia. Sejumlah netizen membagikan cara yang dinilai dapat membantu pedagang kecil mengurangi risiko penipuan saat menerima pembayaran digital.
Salah satunya menyarankan penjual membuat permintaan pembayaran sendiri melalui aplikasi dompet digital atau mobile banking.
Kue tradisional. Ilustrasi Foto: iStock
Penjual dapat memasukkan nominal sesuai harga belanja terlebih dahulu, kemudian menunjukkan kode QR tersebut agar pelanggan tinggal memindainya.
Cara lain yang disarankan adalah menggunakan payment soundbox. Perangkat tersebut akan mengeluarkan suara ketika pembayaran masuk sekaligus menyebutkan nominal transaksi yang diterima.
"Pakai yang ada suaranya aja, itu kayaknya lebih meminimalisir penipuan. Tapi harus tetep teliti, kadang kalau ramai suka gak fokus penjual," tulis netizen.
"Tega banget sih tapi kalau ada yang bohong kayak gitu. Apalagi yang jual sudah lansia," tulis netizen lainya.
(raf/adr)