Kapasitas Listrik RI Diproyeksi 443 GW pada 2060, Ini Strateginya
Lukman Nur Hakim Akurat.co | 27 September 2026, 15:15 WIBPelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno - AKURAT.CO/Lukman Nur HakimAKURAT.CO Kementerian Energi dan Sum...
Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 27 September 2026, 15:15 WIB

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim
AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan kolaborasi dengan mitra industri dan penyedia teknologi untuk mendukung sistem ketenagalistrikan yang andal, efisien, fleksibel, dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan bahwa mitra industri dan penyedia teknologi berperan pentin dalam penyediaan kelistrikan yang andal.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Mitsubishi Power atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan ketenagalistrikan di Indonesia. Peran mitra industri dan penyedia teknologi sangat penting dalam mendukung penyediaan tenaga listrik yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Tri dikutip dari laman Ditjen Ketenagalistrikan, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Kuota LPG 3 Kg 2027 Dipangkas Jadi 8 Juta Ton, Ini Kata Kementerian ESDM
Tri menjelaskan, kebutuhan listrik Indonesia diperkirakan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan industri, elektrifikasi, serta meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan. Kondisi tersebut menuntut sistem ketenagalistrikan yang semakin fleksibel, efisien, andal, dan adaptif.
Dalam jangka panjang, total kapasitas pembangkit listrik terpasang Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 443 gigawatt (GW) pada 2060. Proyeksi tersebut didukung oleh peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, penyimpanan energi, serta teknologi rendah emisi.
Pengembangan kapasitas pembangkit tersebut akan didukung melalui percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Baca Juga: Kementerian ESDM Bantah Harga Pertalite Naik per 26 Sepetember 2026
Selain itu, pemanfaatan Battery Energy Storage System (BESS), pumped storage, Carbon Capture and Storage (CCS), serta teknologi energi baru lainnya juga menjadi bagian dari pengembangan sistem ketenagalistrikan ke depan.
Tri menambahkan, pembangkit listrik berbasis gas akan tetap memainkan peran penting dalam menjaga fleksibilitas sistem ketenagalistrikan, sejalan dengan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
L





