Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Terungkap, Ombudsman Ungkap Pernah Ditolak Masuk
Berita Nasional Kamis, 24 September 2026 - 14:06...
Kamis, 24 September 2026 - 14:06 WIB
Jakarta, VIVA – Temuan fasilitas tak wajar di Lapas Kelas II Cibinong, Jawa Barat, ternyata bukan hasil pemeriksaan pertama Ombudsman RI. Lembaga pengawas pelayanan publik itu mengaku pernah ditolak saat melakukan kunjungan ke lapas tersebut pada Juli 2026.
Baca Juga
Anggota Ombudsman RI, Syafrida R. Rasahan mengatakan, kunjungan pada Rabu, 23 September 2026 merupakan kali kedua pihaknya mendatangi Lapas Cibinong.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kunjungan kami ke Lapas Kelas 2 Cibinong kemarin adalah merupakan kunjungan kedua kami. Setelah sebelumnya kami melakukan hal yang sama pada tanggal 26 Juli 2026,” kata Syafrida di kantor Ombudsman RI, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Baca Juga
Kunjungan pertama dilakukan Ombudsman bersama sejumlah lembaga, di antaranya Komnas HAM, KPAI, LPSK, Komnas Perempuan, Komisi Disabilitas, serta lembaga-lembaga NHRI.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anti Penyiksaan. Namun, saat itu tim Ombudsman mengaku kembali mendapatkan penolakan dari pihak Lapas Cibinong.
Baca Juga
“Di mana pada saat itu kami melakukan kunjungan, kami juga mendapatkan penolakan dari Lapas Kelas 2 Cibinong. Jadi kemarin (23 September) adalah kunjungan kami yang kedua,” ucapnya.
Ombudsman kemudian kembali mendatangi Lapas Cibinong pada 23 September 2026 secara mendadak tanpa pemberitahuan. Kali ini, tim Ombudsman akhirnya menemukan sejumlah fasilitas yang dinilai tidak wajar di area lapas.
Syafrida mengatakan, proses pemeriksaan kali kedua itu juga tidak berjalan mulus. Tim Ombudsman sempat diminta menunggu dan mengalami hambatan ketika hendak masuk ke sejumlah area di dalam lapas.
“Kebetulan tim sudah ada yang masuk duluan, kemudian kami menanyakan, ini ada apa di balik pagar ini? Dijawab adalah di balik itu ada rumah dinas Kalapas Kelas 2 Cibinong,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tim kemudian masuk untuk melihat area di balik pagar tersebut. Di lokasi itu, Ombudsman menemukan sejumlah bangunan yang disebut menyerupai tempat penginapan atau homestay.
“Kemudian kami melakukan melihat situasi di situ kami masuk ke dalam dan ternyata kami menemukan sebagaimana yang sudah kami sampaikan kemarin. Yaitu kami menemukan beberapa lokasi hunian di lapas yaitu berupa bangunan yang terlihat seperti homestay, yang terdiri dari seperti ada dinding yang bercat warna biru ya,” tuturnya.
Halaman Selanjutnya
Menurut Syafrida, saat ditanyakan kepada salah satu petugas lapas, bangunan tersebut disebut sebagai rumah asimilasi. Namun, ketika diperiksa lebih lanjut, Ombudsman menemukan sejumlah fasilitas di dalamnya.