Kadin Jatim: Mentalitas UMKM perlu diperkuat untuk naik kelas - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kadin Jawa Timur menilai penguatan mentalitas pelaku usaha menjadi salah satu kunci agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah t...
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kadin Jawa Timur menilai penguatan mentalitas pelaku usaha menjadi salah satu kunci agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah tetapi mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing hingga menembus pasar ekspor.
“Jangan sampai usaha mikro dan kecil hanya menjadi pihak yang terus bergantung pada bantuan, pelaku UMKM harus memiliki keberanian untuk terus berkembang dan fight menghadapi persaingan,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Perdagangan Internasional dan Promosi Luar Negeri Prof Tommy Kayhatu dalam Rapimprov Kadin Jatim 2026 di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Rabu.
Tommy mengatakan sekitar 57 juta pelaku UMKM berkontribusi 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional namun kontribusinya terhadap ekspor masih sekitar 15,7 persen dari total ekspor.
Menurut dia, kondisi itu menunjukkan perlunya penguatan kapasitas internal UMKM melalui kemampuan mengelola bisnis, meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, membangun jaringan usaha, serta memperkuat kelembagaan.
“Yang paling utama adalah membangun mentalitas pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah dan perbankan tetap perlu membuka akses dukungan dan pembiayaan, namun hubungan tersebut harus diarahkan sebagai kemitraan agar UMKM mampu berkembang secara mandiri sekaligus menghadapi persaingan pasar yang semakin luas.
Tantangan peningkatan daya saing itu juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) karena kesenjangan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri masih memengaruhi produktivitas UMKM.
Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang SDM sekaligus Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti mengatakan peningkatan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, serta program upskilling dan reskilling diperlukan agar tenaga kerja mampu memenuhi kebutuhan industri.
“Kalau tidak sesuai dengan kebutuhan industri, tentu produktivitas menurun, kunci produktivitas adalah produksi meningkat, efisiensi berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Perbankan Syariah Zaki Basalamah menyoroti nilai ekspor Jawa Timur Januari-Juli 2026 yang turun 5,33 persen ketika impor meningkat sekitar 16,56 persen sehingga struktur impor perlu diarahkan pada barang modal dan bahan baku yang mendukung kegiatan produksi.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pertanian Edi Purwanto menilai kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM perlu diperkuat agar pelaku usaha kecil memperoleh akses pasar dan dapat masuk ke dalam rantai pasok yang lebih luas, termasuk untuk menopang ketahanan pangan Jawa Timur.
Penguatan UMKM pun perlu dilakukan secara terpadu melalui perubahan mentalitas, peningkatan kompetensi SDM, penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta keterhubungan dengan pasar dan rantai pasok agar kontribusinya terhadap perekonomian dan penciptaan lapangan kerja semakin besar.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.