pickleballvnz.com

Kabupaten OKU Timur tetapkan status siaga karhutla hingga Oktober 2026

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau panjang tahun ANTARA News sumsel 35 ...

Kabupaten OKU Timur tetapkan status siaga karhutla hingga Oktober 2026

Rabu, 2 September 2026 13:55 WIB

Image Print

Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah (kanan) meninjau peralatan penanggulangan karhutla, Rabu. ANTARA/HO/BPBD OKU Timur

Martapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau panjang tahun ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur Budi Widiyanto saat dihubungi dari Palembang, Rabu, mengatakan bahwa penetapan status siaga bencana berlaku hingga 10 Oktober 2026.

"Penetapan status perlu dilakukan mengingat telah terjadi sekitar 10 peristiwa karhutla dengan luas lahan yang terbakar lebih dari 30 hektare selama musim kemarau tahun ini," katanya.

Dalam penetapan status, BPBD OKU Timur telah menyiapkan sejumlah peralatan penanggulangan karhutla seperti dua unit pompa air besar, dua unit pompa kecil, dua unit pompa apung untuk di rawa dan satu unit mobil tangki air dengan kapasitas 5.000 liter.

BPBD OKU Timur pun mengoptimalkan fungsi Masyarakat Peduli Api khususnya di kecamatan yang dipetakan rawan terjadi karhutla saat musim kemarau panjang.

Berdasarkan hasil pemetaan, kata dia, terdapat sebanyak enam kecamatan di daerah itu yang dipetakan rawan terjadi karhutla saat musim kemarau panjang melanda.

Enam kecamatan rawan karhutla meliputi Kecamatan Bunga Mayang, Martapura, Madang Suku I, Madang Suku II, Semendawai Barat, dan Cempaka.

Dia menjelaskan, daerah-daerah ini dipetakan rawan terjadi karhutla karena masih banyak terdapat lahan gambut dan area pertanian yang mudah terbakar saat kemarau panjang melanda.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk menghindari kegiatan yang dapat memicu terjadinya karhutla seperti membuka lahan pertanian dengan cara dibakar karena berpotensi menimbulkan bencana kabut asap.

"Imbauan tersebut dilakukan melalui spanduk yang dipasang di sejumlah titik potensial seperti jalan menuju kebun warga, dan lokasi-lokasi tempat masyarakat sering berkumpul," ujarnya.

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026