Jose Mourinho: Sekarang Saya Lebih Kalem, Tapi Saya Tidak Tahu di Situasi Sulit
Hervin Saputra | 25 Agustus 2026, 18:50 WIBPelatih Real Madrid, Jose Mourinho, dalam konferensi pers jelang laga timnya kontra Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Selasa (25/8/2026). X/Real Madrid.AKURAT.CO, Pela...
Hervin Saputra
| 25 Agustus 2026, 18:50 WIB

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, dalam konferensi pers jelang laga timnya kontra Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Selasa (25/8/2026). X/Real Madrid.
AKURAT.CO, Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengaku lebih tenang saat ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, Mourinho tak menjamin karakternya yang temperamental jika datang situasi sulit.
Pernyataan ini disampaikan Jose Mourinho menjelang laga pertamanya di Stadion Santiago Bernabeu dalam periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid.
Adapun Real Madrid akan menjamu Real Sociedad untuk duel kedua La Liga Spanyol 2026-2027 di markas keramat Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, Rabu (26/8/2026) atau Kamis dini hari WIB.
"Beberapa tahun ini saya merasa lebih kalem, dengan pengendalian yang lebih besar terhadap emosi saya. Di level itu, ya (saya lebih kalem)," kata Jose Mourinho dalam sesi konferensi pers di Madrid, Selasa (25/8/2026), sebagaimana dipetik dari AS.
"Tetapi saya masih tidak tahu bagaimana menghadapi kesulitan dan situasi frustrasi yang bakal datang."
Pertanyaan soal "kakaleman" ini agaknya berulang ditanyakan kepada Mourinho terutama mengingat periode pertamanya bersama Madrid yang penuh dengan situasi panas.
https://www.akurat.co/bola/884469/dulu-sempat-bermusuhan-kini-jose-mourinho-sebut-vinicius-junior-korban-bully
Pelatih asal Portugal itu berharap semua orang di timnya bekerja keras untuk Madrid. Kerja keras itu, kata Mourinho, bisa mengalihkan emosinya dari ketersulutan.
"Saya belum melihat orang malas (di Madrid), saya tidak suka itu. Saya belum melihat itu. Saya melihat orang-orang yang ingin memberikan yang terbaik," ucap Mourinho.
"Barangkali mereka melindungi saya dari sisi saya yang lebih gelap."
Pembicaraan soal emosi Mourinho ini juga dikaitkan dengan sambutan yang bakal diterima eks Pelatih Chelsea, Inter Milan, dan Manchester United itu di Santiago Bernabeu.
Pasalnya, Mourinho mengalami suasana permusuhan pada laga terakhirnya di Bernabeu di musim 2012-2013. Laga melawan Osasuna yang dimenangi Madrid dengan skor 2-4 itu juga menandai pemecatan Mourinho.
"Saya tidak ingin mereka (suporter Madrid di Bernabeu) menerima saya dengan cara tertentu. Saya ingin mereka menerima tim dengan gairah mereka," kata Mourinho.
"Bakal tampak seperti cinta yang rumit di akhir musim lalu. Kini saya kira ada perasaan yang berbeda. Saya tak penting, timlah yang penting.
"Saya mampu mengendalikan emosi saya dan tampil secara normal. Pertandingannya tidak normal karena kami harus memenangi tiga angka. Saya ingin tim merasakan sesuatu yang berbeda ketimbang musim lalu. Kami bersama dalam hal ini."
Laga kontra Sociedad akan menjadi laga kedua Mourinho bersama Madrid di periode kedua kepelatihannya.
Laga pertamanya adalah laga tandang kontra Espanyol yang dimenangi Madrid dengan skor 2-1 melalui gol menit-menit akhir yang dicetak Carlos Espi, akhir pekan lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
H
H




