pickleballvnz.com

Jadi Korban Kebakaran Chez Gado-Gado Seminyak, Turis Aussie Malah Ditagih Rp5,4 Juta

Denpasar - Seorang turis asal Australia menghadapi dua malapetaka di Bali. Restoran yang ia datangi kebakaran dan harus bayar tagihan makanan sampai Rp 5,4 jutaan.Sebastian Amundsen (22) sedang menikmati makan ...

Denpasar -

Seorang turis asal Australia menghadapi dua malapetaka di Bali. Restoran yang ia datangi kebakaran dan harus bayar tagihan makanan sampai Rp 5,4 jutaan.

Sebastian Amundsen (22) sedang menikmati makan malam bersama teman-temannya di Chez Gado-Gado Seminyak pada Minggu (30/8). Ia mengaku bahwa saat evakuasi, staf memintanya melunasi tagihan terlebih dahulu, seperti dikutip dari Nine.com, Rabu (2/9/2026).

"Kami hanya berniat makan malam biasa. Semuanya tampak normal. Namun dalam sekejap, suasana berubah dari malam yang tenang menjadi kepanikan luar biasa," ujar Amundsen kepada nine.com.au.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan bahwa percikan api jatuh dari atap. Semua pengunjung yang sedang merasa ketakutan dan berebut untuk keluar dari pintu.

Kebetulan, Amundsen sedang makan di lantai bawah. Ia dan rombongannya berusaha untuk keluar bersama dengan panik.

Lucunya, di tengah kepanikan itu, Amundsen dicegat oleh seorang staf yang bersikeras agar mereka membayar tagihan makan terlebih dahulu. Apa pun demi selamat, turis yang lahir di Norwegia itu tanpa pikir panjang membayar tagihan senilai USD 430 tersebut.

"Yang membuat situasi semakin menakutkan adalah saat kami berusaha keluar, pihak restoran awalnya mengatakan bahwa kami harus melunasi tagihan sebelum pergi," klaim Amundsen.

Turis ditagih Rp 5,4 juta saat kebakaran di Chez Gado-Gado SeminyakTuris ditagih Rp 5,4 juta saat kebakaran di Chez Gado-Gado Seminyak Foto: (Tangkapan layar)

Ia setuju untuk membayar tanpa memeriksa jumlah tagihan, yang dipedulikan hanya bisa keluar dengan selamat dari sana.

Turis itu memberi tahu pelayan bahwa ia tidak membawa uang tunai dan mengaku terpaksa menunggu hingga mesin pembayaran (EDC) dibawa ke hadapannya agar ia bisa menggunakan Apple Pay.

"Saya bahkan tidak melihat berapa jumlah tagihannya. Saya hanya menempelkan kartu, lalu kami berlari keluar," tambahnya.

Sebuah struk online dengan pembayaran Apple Pay masuk ke ponselnya. Terlihat jelas jumlah tagihan yang dibayar pukul 19.29 WITa.

Amundsen mengatakan dirinya adalah salah satu pelanggan terakhir yang meninggalkan lokasi saat kobaran api kian membesar. Saat ia berhasil keluar, seluruh bagian atap sudah dilalap api.

"Jika kami bertahan lebih lama lagi, kami bisa saja tewas," tambahnya.

Kebakaran hebat ini diduga dipicu oleh balon berisi gas hidrogen yang terbakar saat perayaan ulang tahun, sesaat sebelum pukul 19.30 WITa.

Api dengan cepat melahap atap jerami restoran tersebut, dan dalam hitungan jam, bangunan itu hanya menyisakan kerangka yang hangus terbakar.

"Saya melihat kondisi lokasi setelah kebakaran keesokan harinya... tempat itu sudah hancur lebur."

Seorang staf mengalami luka bakar di tangannya, dan seorang remaja asal Australia dikabarkan dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar setelah insiden tersebut.

"Menyaksikan rekaman kejadian setelahnya terasa sangat berbeda dibandingkan berada langsung di lokasi; Anda bisa melihat kobaran apinya, namun sulit untuk menggambarkan betapa menakutkan dan kacaunya situasi saat itu," ujarnya.

(bnl/wsw)