pickleballvnz.com

J&T Express Indonesia gandeng Liberty Society olah 146 kg limbah seragam - ANTARA News Megapolitan

Depok (ANTARA) - J&T Express Indonesia menandai momentum hari jadinya dengan meluncurkan program daur ulang bernilai tambah (upcycling) dalam program “J&T Sustainability Impact Program”. Herline Septia,...

Depok (ANTARA) - J&T Express Indonesia menandai momentum hari jadinya dengan meluncurkan program daur ulang bernilai tambah (upcycling) dalam program “J&T Sustainability Impact Program”.

Herline Septia, Brand Manager J&T Express, dalam keterangannya,Jumat menyatakan bahwa pengelolaan limbah tekstil merupakan bagian dari strategi pengelolaan siklus hidup aset operasional perusahaan.

“Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah,” ujarnya.

Melalui inisiatif ini, perusahaan mengolah 663 potong seragam operasional tak terpakai, setara dengan 146 kg limbah seragam menjadi rangkaian produk fungsional seperti notebook cover, pouch, tote bag, dan bag charm.

Inisiatif ini dijalankan bermitra dengan Liberty Society, social enterprise bersertifikasi B Corp yang berfokus pada pengolahan limbah berbasis pemberdayaan masyarakat. Rangkaian produk hasil upcycling tersebut dialokasikan kembali sebagai merchandise eksklusif internal perusahaan dan mitra bisnis J&T Express.

Secara lingkungan, pengolahan kembali material ini menekan penggunaan bahan baku mentah (virgin material) dan memitigasi emisi hingga 1,25 ton COe[1] . Dari sisi dampak sosial, proses produksi melibatkan jaringan perajin lokal di bawah binaan Liberty Society, yang mencatatkan 1,488 jam kerja produktif selama masa pengerjaan.

Sementara itu, perwakilan dari Liberty Society, Mareyke Josephine menilai kolaborasi ini menunjukkan pergeseran pandangan pelaku industri terhadap limbah operasional.

“Setiap kain punya cerita kedua. Seragam yang sebelumnya berpotensi menumpuk di gudang kini kembali beredar sebagai produk yang dipakai sehari-hari dan di antara keduanya ada 1,488 jam kerja bagi perajin di komunitas kami. Kolaborasi ini membuktikan bahwa limbah perusahaan dapat dioptimalkan menjadi sumber pendapatan yang produktif, bukan sekadar biaya pembuangan,” ujarnya.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Ke depan, J&T Express berencana melanjutkan integrasi prinsip lingkungan dan sosial ke dalam peta jalan operasional jangka panjang di Indonesia.

Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.