pickleballvnz.com

ISPA di Tengah Karhutla Tembus 306 Ribu Kasus, Lebih dari 146 Ribu Anak Terdampak

 Lifestyle Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:46 WIB Jakarta, VIVA – Ancaman kab...

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Jakarta, VIVA – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mengkhawatirkan seiring meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total 306.309 kasus ISPA di wilayah terdampak hingga 18 Oktober 2026, dengan anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling banyak mengalami gangguan pernapasan tersebut.

Baca Juga

Jumlah kasus itu bertambah 29.234 dalam kurun empat hari dibandingkan catatan pada 14 Oktober 2026 yang mencapai 277.075 kasus. Lonjakan ini memperlihatkan besarnya tantangan kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari keseluruhan kasus yang tercatat, sebanyak 77.022 kasus dialami anak berusia 6–9 tahun, sedangkan 69.015 kasus lainnya terjadi pada balita berusia 0–5 tahun. Jika digabungkan, terdapat 146.037 kasus ISPA pada anak berusia 0–9 tahun. Selain anak-anak, kelompok lanjut usia (lansia) juga terdampak, dengan jumlah mencapai 49.680 kasus.

Baca Juga

Kasus ISPA Bertambah Hampir 30 Ribu dalam Empat Hari

Kenaikan kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla menjadi perhatian karena paparan asap dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Partikel halus yang terkandung dalam asap kebakaran berpotensi masuk ke saluran pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan, terutama pada kelompok rentan.

Baca Juga

Anak-anak menjadi perhatian khusus karena sistem pernapasan mereka masih berkembang. Sementara itu, lansia juga perlu mendapat perlindungan karena sebagian dapat memiliki kondisi kesehatan yang membuat mereka lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Data Kemenkes menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga membawa konsekuensi terhadap kesehatan masyarakat. Penambahan puluhan ribu kasus dalam waktu singkat menjadi pengingat pentingnya pemantauan kualitas udara dan akses layanan kesehatan bagi warga di wilayah terdampak.

Kemenkes Siapkan Tambahan Masker dan Obat-obatan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merespons perkembangan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta penambahan pasokan masker sebanyak 500 ribu unit untuk setiap provinsi terdampak. Pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa obat-obatan dan alat bantu oksigen untuk membantu penanganan warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Selain itu, puskesmas di wilayah terdampak diminta menyediakan layanan rumah oksigen. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan pernapasan ketika kondisi udara memburuk.

Halaman Selanjutnya

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan layanan kesehatan di tengah situasi karhutla. Ketersediaan masker, obat-obatan, dan fasilitas pendukung pernapasan dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh pertolongan ketika mengalami keluhan kesehatan.