Ironi Tukang Bangunan, Bangun Rumah Impian Orang Namun Tinggal di Rumah Tak Layak
Bisnis Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:31 WIB Jakarta, VIVA – PT Indocement T...
Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:31 WIB
Jakarta, VIVA – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk atau Semen Tiga Roda menggelar program 'Bangun Rumah Tukangku', guna mendobrak ironi para tukang yang menghabiskan hidupnya membangun rumah impian untuk orang lain namun huniannya sendiri justru kurang layak.
Baca Juga
Direktur Indocement, Troy D. Soputro menjelaskan, gerakan ini lahir dari rasa hormat yang dibangun oleh pihaknya, kepada para pekerja konstruksi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ini adalah bentuk rasa terima kasih kami kepada para pahlawan konstruksi Indonesia, yaitu tukang bangunan. Kami ingin mewujudkan harapan mereka agar bisa merasakan kenyamanan tinggal di rumah milik sendiri, setelah bertahun-tahun membangun rumah untuk orang lain,” kata Troy dalam keterangannya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Baca Juga
Ilustrasi pekerja konstruksi di India.
Photo :
- AP Photo/Ashwini Bhatia
Kampanye sosial ini turut menarik perhatian presenter ternama, Daniel Mananta. Sebagai figur publik di luar brand yang mengagumi gerakan ini, Daniel menyampaikan opininya,
Baca Juga
"Semen Tiga Roda tidak hanya hadir dalam setiap bangunan, tapi hadir di setiap cerita yang terus berdiri kokoh untuk selamanya," kata Daniel.
Dia berharap, momen ini bisa jadi pengingat bagi dirinya dan masya6pada umumnya agar tidak melupakan keberadaan orang-orang di sekitar kita. "Supaya kita enggak lupa sama orang-orang di sekitar kita, bahwa mereka juga layak punya tempat tinggal yang bersih, aman, dan nyaman," ujarnya.
Kebahagian atas program ini dirasakan oleh Sonijan (68) atau biasa disapa Mbah Jan, seorang tukang bangunan senior di Lampung. Perantau asal Jawa yang telah mengabdi selama 51 tahun ini tidak pernah menyangka bisa memiliki rumah baru yang kokoh di masa tuanya.
Di desanya, Mbah Jan dikenal sangat ikhlas membantu merenovasi rumah warga dengan upah seikhlasnya. Dia bahkan memilih menggunakan uang kiriman anaknya yang bekerja sebagai TKI murni, untuk membangun rumah sang anak terlebih dahulu. Sementara Dia dan istri tetap bertahan di rumahnya yang banyak kerusakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melihat ketulusan tersebut, seorang tetangga pun merekomendasikan Mbah Jan, hingga rumahnya kini ditransformasi total menjadi hunian permanen yang aman dan nyaman.
"Setiap bangun rumah orang, saya sholawatin. Alhamdulillah dikabulin," ujar Mbah Jan.
Halaman Selanjutnya
Kisah serupa juga dialami Herwanto, tukang bangunan asal Palembang yang direkomendasikan oleh Annisa (27) melalui konten yang ia buat.