IPP Tabalong tambah 100 MW percepat pemulihan listrik Kalselteng
Setiap pekerjaan dilakukan secara cermat agar unit-unit dapat kembali beroperasi dengan aman dan andalBanjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Pembangkit Independent Power Producer (IPP) milik PT Tanjung Power Indonesia d...
Setiap pekerjaan dilakukan secara cermat agar unit-unit dapat kembali beroperasi dengan aman dan andal
Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Pembangkit Independent Power Producer (IPP) milik PT Tanjung Power Indonesia di Tabalong, kembali beroperasi, menambah pasokan 100 megawatt ke Sistem Interkoneksi Kalimantan ini mempercepat pemulihan listrik di wilayah Kalselteng.
Unit pembangkit tersebut mulai kembali beroperasi pada Senin (28/7) lalu, pukul 15.00 WITA. Tambahan daya itu menjadi dorongan penting bagi percepatan pemulihan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) yang sebelumnya masih mengalami pengaturan operasi akibat gangguan pada sejumlah unit pembangkit.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Iwan Soelistijono di Banjarbaru, Kamis, mengatakan beroperasinya kembali IPP Tabalong menjadi perkembangan positif dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Kalselteng.
"Alhamdulillah, salah satu unit pembangkit kembali beroperasi penuh dan menyuplai daya sebesar 100 MW ke Sistem Interkoneksi Kalimantan. Proses pemulihan unit tersebut juga berhasil diselesaikan dua hari lebih cepat dari target sehingga tambahan pasokan dapat lebih cepat masuk ke sistem," ujarnya.
Menurut Iwan, tambahan pasokan listrik tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi PLN untuk menjaga keseimbangan sistem sekaligus mempercepat pemulihan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat di dua provinsi.
Meski demikian, PLN mengakui sebagian pelanggan masih terdampak pengaturan operasi sistem karena beberapa unit pembangkit lain masih menjalani proses perbaikan. Oleh sebab itu, koordinasi bersama seluruh mitra pembangkitan terus diperkuat agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
"Kami terus melakukan upaya percepatan perbaikan dan optimistis kondisi pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akan berangsur normal kembali pada awal Agustus," katanya.
PLN juga mengusung semangat "Bersama Bergerak, Optimalisasi Pemulihan" dengan memperkuat koordinasi lintas fungsi, mengerahkan seluruh sumber daya perusahaan, serta bekerja sama dengan mitra di sektor pembangkitan untuk mempercepat pengembalian kondisi sistem secara menyeluruh.
Selain mengejar target waktu, PLN menegaskan seluruh proses perbaikan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja, ketelitian, dan keandalan peralatan agar setiap unit pembangkit dapat kembali beroperasi secara aman tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
"Setiap pekerjaan dilakukan secara cermat agar unit-unit dapat kembali beroperasi dengan aman dan andal. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh pembangkit segera beroperasi optimal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman," ujarnya.
Masuknya tambahan daya sebesar 100 MW dari IPP Tabalong diharapkan menjadi momentum penting untuk mempercepat normalisasi sistem kelistrikan Kalselteng. Dengan penguatan pasokan tersebut, PLN optimistis keandalan layanan listrik akan terus meningkat seiring rampungnya perbaikan unit-unit pembangkit lain pada awal Agustus.
Baca juga: PLN: Rasio desa berlistrik di Kalselteng capai 93,17 persen
Baca juga: PLN targetkan seluruh desa di Kalteng dan Kalsel berlistrik 100 persen
Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.