pickleballvnz.com

Ingatkan Kadin, Prabowo Sebut Bahaya Perang Nuklir Tak Bisa Diremehkan

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan dunia usaha agar tidak menutup mata terhadap situasi geopolitik global. Ia menyebut perang di berbagai kawasan sudah berdampak luas, termasuk pada harga energi dan stabilitas ekonomi.

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan dunia usaha agar tidak menutup mata terhadap situasi geopolitik global. Ia menyebut perang di berbagai kawasan sudah berdampak luas, termasuk pada harga energi dan stabilitas ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menerima Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan pengurus Kadin seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli.

Prabowo mengatakan dirinya sejak awal sudah mengingatkan pelaku usaha bahwa situasi dunia sedang rawan. Ia menyebut perang tidak lagi jauh dari kepentingan ekonomi nasional.

“Situasi dunia, situasi geopolitik, sudah sangat-sangat rawan,” kata Prabowo.

Ia menyinggung perang Ukraina yang dimulai pada 2022 dan belum selesai hingga 2026. Menurut Prabowo, perang itu berpotensi berlangsung lebih lama dari Perang Dunia Kedua.

“Perang Ukraina mulai tahun 2022. Tahun 2022, 2023, 2024, 2025, sudah masuk 2026,” ujarnya.

BACA JUGA:


Prabowo mengatakan perang di satu bagian dunia bisa menimbulkan efek ke banyak negara. Salah satunya terhadap harga bahan bakar minyak.

Belum selesai perang Ukraina, kata Prabowo, situasi di Gaza, Lebanon, dan Timur Tengah kembali memanas. Ia juga menyinggung ketegangan di Teluk, Selat Hormuz, dan Iran.

“Bahkan bahaya perang nuklir tidak bisa kita remehkan, baik di Ukraina maupun di Timur Tengah,” kata Prabowo.

Ia juga menyoroti kawasan Asia Tenggara. Menurut Prabowo, ASEAN yang selama ini dianggap sebagai zona damai juga menghadapi konflik.

Ia menyebut perang saudara di Myanmar serta ketegangan antara Thailand dan Kamboja. Prabowo mengatakan Indonesia tetap mendukung upaya perdamaian dan peredaan ketegangan.

“Kita masih terus mendukung upaya-upaya perdamaian dan meredakan ketegangan-ketegangan di tempat lain,” ujarnya.

Meski situasi global berat, Prabowo meminta dunia usaha tidak panik. Menurutnya, Indonesia harus tetap sadar, waspada, dan berhati-hati dalam bersikap.

“Tidak ada gunanya kita panik, tidak ada gunanya kita ketakutan. Tapi juga membuat kita harus lebih sadar,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan Indonesia adalah negara besar dan kaya. Karena itu Indonesia harus lebih arif dan tidak mudah terpancing dalam situasi global yang penuh tekanan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+