pickleballvnz.com

Indonesia giatkan kampanye pencalonan anggota tidak tetap DK PBB 2029–2030

Indonesia akan menggiatkan kampanye dalam rangka pencalonan anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam kesempatan Sidang ke-81 Majelis Umum PBB ANTARA News jogja 21 ...

Indonesia giatkan kampanye pencalonan anggota tidak tetap DK PBB 2029--2030

Kamis, 17 September 2026 16:52 WIB

Image Print

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang ditemui seusai taklimat media di Jakarta, Kamis (9/7/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia akan menggiatkan kampanye dalam rangka pencalonan anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam kesempatan Sidang ke-81 Majelis Umum PBB tahun ini, kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Disampaikan Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, upaya tersebut akan dilakukan, salah satunya, dengan menyelenggarakan resepsi diplomatik yang akan dihadiri Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat memimpin delegasi RI di Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.

“Pemerintah RI akan menyelenggarakan resepsi diplomatik dalam rangka kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029—2030 di New York,” kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

Terkait apa yang akan ditawarkan Indonesia sebagai calon anggota tidak tetap DK PBB, dia menjelaskan bahwa Indonesia akan membawakan kontribusi nyata dalam kerja sama multilateral serta usaha pembangunan perdamaian global yang sudah dijalankan selama ini.

Indonesia berkomitmen menjadi jembatan, membangun posisi bersama, mencari penyelesaian bersama terhadap masalah yang dihadapi, dan menjaga dialog tetap berjalan lancar di lingkup DK PBB, ucapnya.

Indonesia akan memperjuangkan agar DK PBB jadi semakin efektif, responsif, dan dapat menghasilkan langkah nyata bagi stabilitas dunia sesuai mandatnya.

Isu-isu yang akan menjadi perhatian Indonesia dalam DK PBB antara lain penjagaan perdamaian, diplomasi preventif, pencegahan konflik, dan perlindungan rakyat sipil, ucap dia.

“Kami akan membawa suara dan prioritas Global Selatan. Tak hanya mewakili Global Selatan, karena kami juga memastikan perspektif negara-negara berkembang dapat didengar ketika Indonesia duduk sebagai anggota tidak tetap DK PBB,” kata Yvonne.

Ia mengatakan pencalonan tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai kontribusi yang selama ini diberikan Indonesia kepada dunia.

“Indonesia ingin berbakti di dalam DK PBB, tak sekadar mendapat posisinya saja,” tegasnya.

Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) yang disampaikan pada 14 Januari 2026, Sugiono mengumumkan bahwa Indonesia akan mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029—2030 dan akan segera memulai kampanye untuk menggalang dukungan.

Indonesia pernah menjabat sebagai anggota tidak tetap DK PBB sebanyak empat kali, yaitu pada periode 1973—1974, 1995—1996, 2007—2008, dan 2019—2021. Indonesia juga sempat memegang presidensi DK PBB pada Agustus 2020.

Pewarta : Nabil Ihsan
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026