pickleballvnz.com

Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF, Richard Ahmad Sorot Persiapan, Strategi Herdman dan Keberlanjutan Naturalisasi

"Indonesia gugur, lalu salah siapa? Pertanyaan ini berkecamuk di kepala masyarakat Indonesia, terutama di kepala saya. Kira-kira salah siapa?" kata Richard, dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).Menurut Richard...

"Indonesia gugur, lalu salah siapa? Pertanyaan ini berkecamuk di kepala masyarakat Indonesia, terutama di kepala saya. Kira-kira salah siapa?" kata Richard, dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Richard, penampilan Indonesia pada pertandingan terakhir melawan Singapura tidak menunjukkan bahwa skuad Garuda siap bersaing untuk memperebutkan gelar juara. Ia menilai sejumlah kesalahan justru terjadi dari internal tim dan federasi.

"Kalau kita melihat pertandingan semalam, itu betul-betul tidak mencerminkan bahwa Indonesia siap mengambil takhta juara AFF. Kesalahan-kesalahan itu ada di kita dan yang bisa membenarkan adalah kita sendiri, Indonesia," katanya.

Baca Juga: John Herdman Enggan Bahas Wasit Usai Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF

Richard juga menyoroti munculnya desakan di media sosial agar pelatih John Herdman dicopot dari jabatannya. Namun, ia menilai evaluasi tidak cukup hanya diarahkan kepada pelatih, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh oleh federasi.

"Kalau saya melihat hari ini, mungkin di media sosial begitu luar biasa, ada yang sudah berstatement John Herdman out dan sebagainya. Saya kira federasi harus mengevaluasi sebesar-besarnya," ujarnya.

Ia menilai persoalan Timnas Indonesia bukan hanya menyangkut materi pemain atau posisi John Herdman sebagai pelatih. Menurutnya, federasi juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan persiapan tim berjalan dengan baik.

Richard kemudian mengkritik strategi Herdman dalam beberapa pertandingan. Ia menilai pelatih asal Inggris tersebut terlambat melakukan analisis dan mengantisipasi perubahan situasi pertandingan, termasuk ketika menghadapi Vietnam.

"John Herdman tentu kalau saya lihat, dia telat menganalisa pertandingan. Lalu pada saat lawan Vietnam juga kita salah strategi, telat mengantisipasi, telat merotasi pemain," tuturnya.

Baca Juga: Indonesia Tersingkir dari Piala AFF, John Herdman Incar Trofi FIFA ASEAN Cup

Menurut Richard, kondisi tersebut kemudian memberikan tekanan besar kepada Timnas Indonesia saat menghadapi Singapura. Sementara itu, Singapura hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan kelolosan sehingga berada dalam situasi yang lebih menguntungkan secara psikologis.

"Pada akhirnya kita lawan Singapura, itu menjadi tekanan publik yang luar biasa, harapan yang luar biasa. Ini secara psikologi tidak menguntungkan buat Indonesia, justru menguntungkan Singapura yang notabenenya hanya butuh seri untuk bisa melaju," jelasnya.

Richard juga memahami apabila publik kemudian membandingkan kepemimpinan Herdman dengan Shin Tae-yong. Menurutnya, perbandingan tersebut muncul karena ekspektasi terhadap Timnas Indonesia cukup tinggi.

"Saya kira lumrah kalau publik hari ini menyatakan ada perbandingan antara STY dan John Herdman, karena ekspektasi Indonesia itu, atau masalah Indonesia, ada di situ," ujarnya.

Lebih lanjut, Richard meminta PSSI melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum menghadapi agenda berikutnya. Ia secara khusus menyebut persiapan menuju Piala Asia dan FIFA Series harus menjadi bahan evaluasi federasi.

Baca Juga: Singapura vs Indonesia: Imbang di Laga Penentu, Garuda Tersingkir di Piala AFF

"Saya kira kegagalan Indonesia pada malam tadi ini menjadi catatan sejarah yang panjang, yang buruk. Bagaimana kita menghadapi Piala Asia, bagaimana menghadapi FIFA Series, saya kira federasi, terutama Erick Thohir, harus mengevaluasi," ujarnya.

Richard juga menilai Indonesia masih tertinggal dalam hal persiapan jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang tampil di Piala AFF 2026. Karena itu, ia meminta semua pihak melakukan evaluasi secara objektif setelah kegagalan tersebut.

"Kita harus fair bahwa kita kalah segala-galanya dari persiapan negara-negara yang ada hari ini," katanya.

Selain persoalan pelatih dan persiapan tim, Richard turut mempertanyakan keberlanjutan proyek naturalisasi pemain diaspora di Timnas Indonesia. Menurutnya, pertanyaan tersebut perlu dibahas secara terbuka oleh federasi dan tim kepelatihan.

"Apakah proyek soal naturalisasi diaspora perlu dilanjutkan? Pertanyaan itu mari kita buka sama-sama. Kita bicara jujur sama-sama, apakah lanjut atau tidak? Ini ada di federasi dan John Herdman," pungkas Richard.