pickleballvnz.com

Imunisasi HPV Melebihi Target, Bio Farma Perkuat Dukungan Vaksin Dalam Negeri

Home / News / Daerah Rabu, 22 Juli 2026, 20:30 WIB Warta Ekonomi, Bandung - Capaian imunisasi Human ...

Rabu, 22 Juli 2026, 20:30 WIB

Warta Ekonomi, Bandung -

Capaian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) di Indonesia mencapai 90,9% sepanjang 2025 atau melampaui target 90% yang ditetapkan dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Serviks 2030. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk memperluas program vaksinasi sekaligus memperkuat upaya pencegahan kanker serviks.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, mengatakan keberhasilan tersebut didorong kebijakan pemberian satu dosis vaksin HPV bagi anak perempuan usia 11 tahun yang mulai diterapkan secara nasional sejak 2023, setelah sebelumnya melalui tahap uji coba di DKI Jakarta pada 2016.

Menurutnya, pemerintah akan melanjutkan perluasan cakupan vaksinasi mulai 2026 dengan menyasar anak laki-laki secara bertahap. Tahap awal akan dilaksanakan di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali, kemudian diperluas ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027 serta Jawa Timur pada 2028.

"Pemerintah juga akan memperluas kelompok usia sasaran vaksinasi bagi perempuan," ujar Indri dalam webinar bertajuk Closing the Gap on HPV: Clinical Strategies and Stigma-Free Counseling for HPV Elimination in Indonesia, Rabu (22/7/2026).

Meski target nasional telah terlampaui, Indri menilai tantangan berikutnya adalah meningkatkan literasi masyarakat mengenai vaksin HPV. Menurutnya, masih banyak informasi yang keliru mengenai vaksin sehingga tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi berbasis bukti ilmiah.

Dalam kesempatan yang sama, PT Bio Farma (Persero) menyatakan akan terus mendukung program eliminasi kanker serviks melalui penyediaan vaksin HPV produksi dalam negeri, pengembangan alat deteksi dini, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan webinar yang diikuti sekitar 500 dokter umum dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah guna memperkuat pemahaman mengenai pencegahan infeksi HPV, perluasan vaksinasi, serta penanganan stigma yang masih berkembang di masyarakat.

Direktur Komersial Bio Farma Fitri Puspadewi mengatakan perusahaan telah menyiapkan vaksin HPV Nusagard dan alat deteksi dini CerviScan sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional pencegahan dan pengendalian infeksi HPV.

Menurut Fitri, Nusagard memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 yang berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk kanker serviks.

"Selain itu, CerviScan mendukung deteksi dini infeksi HPV sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.

Sementara itu, Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Tofan Widya Utami mengatakan Indonesia masih menjadi negara dengan beban kanker serviks yang tinggi di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, vaksinasi dinilai sebagai strategi paling efektif untuk menekan munculnya kasus baru.

"Vaksinasi HPV menjadi strategi paling efektif untuk menekan kasus baru, terlebih dengan tersedianya vaksin kuadrivalen produksi dalam negeri," katanya.

Dari sisi industri, pengembangan vaksin dan alat kesehatan produksi dalam negeri juga dinilai memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional. Selain mendukung keberlanjutan program imunisasi pemerintah, peningkatan kapasitas produksi domestik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat industri farmasi nasional.

Pemerintah menargetkan perluasan cakupan vaksinasi dan edukasi masyarakat dapat menjaga tingkat imunisasi di atas target nasional sehingga mendukung pencapaian eliminasi kanker serviks pada 2030.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.