Ilmuwan di Balik Pendaratan Manusia Pertama di Bulan Meninggal Dunia
Liputan6.com, Washington, DC - Ilmuwan komputer yang berperan dalam penelitian terobosan yang membantu mengantarkan astronaut NASA mendarat di Bulan, Margaret Hamilton, meninggal dunia pada usia 90 tahun. Dikut...
Liputan6.com, Washington, DC - Ilmuwan komputer yang berperan dalam penelitian terobosan yang membantu mengantarkan astronaut NASA mendarat di Bulan, Margaret Hamilton, meninggal dunia pada usia 90 tahun.
Dikutip dari BBC, Kamis (8/10/2026), Hamilton merupakan pelopor di bidangnya. Ia memimpin tim yang mengembangkan perangkat lunak untuk misi Apollo NASA, yang kemudian turut melahirkan istilah "rekayasa perangkat lunak" atau software engineering.
Mantan tempat Hamilton bekerja, Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengonfirmasi kabar kematiannya. Hamilton meninggal pada 30 September.
"Menyebut Hamilton sebagai seorang pelopor—atau mengatakan bahwa dia jauh mendahului zamannya—merupakan sebuah pernyataan yang sangat meremehkan," kata MIT dalam pernyataannya. MIT juga menekankan bahwa Hamilton telah menjadi seorang insinyur perangkat lunak ketika profesi tersebut belum menjadi arus utama.
Hamilton bekerja di MIT sejak 1959 hingga pertengahan 1970-an dan memimpin Divisi Rekayasa Perangkat Lunak.
Di divisi tersebut, ia memimpin tim insinyur yang menulis dan menguji seluruh perangkat lunak penerbangan yang terpasang di dalam pesawat untuk proyek Apollo 11 NASA. Perangkat lunak itu membantu memandu astronaut Amerika Serikat Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat dengan selamat di Bulan.
"Saya tertarik pada gagasan tersebut dan fakta bahwa hal itu belum pernah dilakukan sebelumnya. Saya adalah programmer pertama yang bergabung dan perempuan pertama yang mereka pekerjakan," ujar Hamilton kepada The Guardian pada 2019.
Pada 1969, beberapa saat sebelum pendaratan bersejarah Apollo 11 di Bulan, komputer di dalam pesawat mengeluarkan alarm yang menandakan adanya kesalahan.
Kesalahan tersebut menunjukkan bahwa komputer mengalami kelebihan beban. Untuk sesaat, pendaratan kompleks itu tampak terancam gagal.
Namun, Hamilton dan timnya telah mengantisipasi kemungkinan tersebut. Mereka merancang perangkat lunak berbasis prioritas yang dapat mematikan tugas-tugas latar belakang dan memberikan prioritas pada hal yang paling penting, yakni pendaratan di Bulan, menurut MIT.
Kehebatan rekayasa perangkat lunak yang dikembangkan tim Hamilton kemudian diabadikan dalam sebuah foto pada 1969. Dalam foto tersebut, Hamilton berdiri di samping tumpukan kode program yang telah dicetak dan menjulang tinggi di sebelahnya.