IISAR 2026 Perkuat Kapasitas SAR Hadapi Tantangan Bencana yang Kian Kompleks
AKURAT.CO Perubahan iklim, meningkatnya bencana hidrometeorologi, luasnya wilayah kepulauan Indonesia, serta tingginya risiko kecelakaan di darat, laut dan udara menuntut sistem pencarian dan pertolongan yang s...
AKURAT.CO Perubahan iklim, meningkatnya bencana hidrometeorologi, luasnya wilayah kepulauan Indonesia, serta tingginya risiko kecelakaan di darat, laut dan udara menuntut sistem pencarian dan pertolongan yang semakin cepat, adaptif serta terintegrasi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan, tugas pencarian dan pertolongan merupakan misi kemanusiaan yang sangat menentukan keselamatan jiwa.
Karena itu, kecepatan pengambilan keputusan dan koordinasi menjadi faktor yang tidak dapat ditawar.
"SAR bukan hanya tugas negara tetapi tugas kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa. Ketika orang menjauhi bencana, bapak dan ibu justru mendekat. Ketika orang lain menyelamatkan keluarganya, bapak dan ibu menyelamatkan orang lain. Inilah tugas kemanusiaan yang luar biasa," jelas Pratikno, dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).
Pratikno menyampaikan tujuh langkah strategis untuk memperkuat penyelenggaraan SAR di Indonesia, yaitu memperkuat kepemimpinan yang adaptif, meningkatkan sinergi lintas sektor, memanfaatkan teknologi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan robotika, mengembangkan kapasitas SDM, memberdayakan masyarakat dan relawan, memperkuat kerja sama internasional, serta menjadikan setiap operasi dan latihan SAR sebagai sarana pembelajaran.
Baca Juga: Apa yang Harus Ada di Tas Siaga Bencana? Ini 14 Daftar Perlengkapan Wajib yang Perlu Disiapkan
"Kita tidak bisa menggunakan cara yang lama. Kita harus memanfaatkan teknologi baru. Tetapi lebih dari itu, empati untuk menyelamatkan nyawa manusia tetap menjadi yang utama," katanya.
Pratikno juga mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 di NICE, Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, pada 9-12 Juli 2026.
Menurutnya, penyelenggaran pameran itu sebagai momentum memperkuat kapasitas pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) Indonesia, melalui penguatan sinergi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan bencana dan kedaruratan yang kian kompleks.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Basarnas yang memiliki inisiatif menyelenggarakan Indonesia International Search and Rescue. Acara ini sangat penting karena tantangan yang kita hadapi semakin kompleks," ujar Pratikno.
IISAR 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan bidang pencarian dan pertolongan dari dalam maupun luar negeri melalui forum diskusi, pertukaran pengalaman, serta penguatan kolaborasi internasional.
Baca Juga: Peran BNPB Saat Terjadi Bencana Alam: Melindungi Masyarakat dan Mengoordinasikan Penanggulangan Bencana
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pameran teknologi SAR yang menampilkan berbagai inovasi dan solusi terkini untuk mendukung modernisasi peralatan, peningkatan kapasitas operasi pencarian dan pertolongan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana dan situasi kedaruratan.
Dalam kesempatan tersebut Pratikno turut meninjau pameran teknologi SAR yang menampilkan berbagai inovasi dan peralatan pendukung operasi pencarian dan pertolongan hasil kolaborasi pengembang teknologi nasional maupun internasional, TNI, Polri, Basarnas, serta berbagai mitra lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK meninjau berbagai inovasi teknologi penyelamatan, mulai dari sistem keselamatan personel, teknologi kesehatan untuk operasi SAR, drone, helikopter, kapal penyelamat, hingga kendaraan khusus yang mendukung operasi pencarian dan pertolongan di berbagai medan.