IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham ANTM, TINS, UNTR, ACES - Bursa Katadata.co.id
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Rabu (26/8). Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG masih menghadapi tekanan jual. Ia memperkirakan indek...
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Rabu (26/8).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG masih menghadapi tekanan jual. Ia memperkirakan indeks berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek dan bergerak di kisaran 6.429–6.453.
“Untuk target berikutnya berada di 6.570–6.600,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (26/8)
MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG berada di kisaran 6.373–6.272, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.599–6.705.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik. Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akumulasi beli di rentang Rp 3.100–Rp 3.160 dengan target harga di Rp 3.300–Rp 3.450, sementara level stoploss di bawah Rp 3.010.
Kemudian PT Timah Tbk (TINS) direkomendasikan trading buy pada area Rp 4.080–Rp 4.130 dengan target harga di Rp 4.300–Rp 4.420, dan stoploss di bawah Rp 3.990.
Sentimen IHSG
Adapun Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menetapkan level support IHSG di 6.454 dan 6.358. Sementara itu, level resistance berada di 6.552 dan 6.654.
Nafan mencatat investor asing membukukan penjualan bersih atau net foreign sell sebesar Rp 556,22 miliar secara harian. Sepanjang tahun berjalan, net foreign sell mencapai Rp 96,41 triliun. Adapun IHSG telah terkoreksi 24,81% secara year to date (ytd).
“Akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental solid; fokus pada saham bervaluasi murah; fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan; gunakan manajemen resiko dengan disiplin,” tulis Nafan falam analisisnya, Rabu (26/8).
Secara teknikal, Nafan mengatakan IHSG masih berada dalam tren kenaikan meski telah mengalami koreksi wajar. Indikator MA20 dan MA60 telah menunjukkan positive crossover, yang menunjukkansinyal positif atau indikasi penguatan tren. Sementara Stochastics K_D dan RSI memberikan sinyal positif. Namun, volume perdagangan terus mengalami penurunan.
Nafan menilai IHSG berpeluang mendapat dorongan dari membaiknya sentimen eksternal. Dari pasar global, Wall Street ditutup menguat berkat technical rebound saham-saham teknologi, penurunan harga minyak, dan reli di pasar obligasi.
Pasar obligasi turut menguat seiring penurunan imbal hasil atau yield Treasury AS. Menurut Nafan, penurunan itu dipengaruhi rumor bahwa pemerintah AS menggunakan Treasury General Account (TGA) senilai US$ 1 triliun untuk menekan yield jangka panjang.
Adapun ke depannya investor akan mencermati data inflasi PCE dan arah kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), terutama dalam Jackson Hole Symposium yang berlangsung mulai Kamis hingga Sabtu. Jika inflasi kembali menunjukkan tekanan atau pejabat The Fed memberikan sinyal yang lebih hawkish, yield obligasi berpotensi kembali naik dan reli saham teknologi dapat kehilangan momentum.
“Dari sisi domestik, sentimen positif masih datang dari stabilitas kebijakan moneter, dengan BI-Rate berada di level 5,75%, dan ekspektasi pertumbuhan kredit tetap solid, faktor ini menjadi penopang saham-saham perbankan dan sektor domestik,” tulis Nafan.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham PT United Tractors Tbk (UNTR), untuk accumulative buy dan entry di kisaran Rp 23.675–Rp 24.275 per saham. Nafan menetapkan target harga saham UNTR di Rp 24.450, Rp 25.100, dan Rp 32.225.
Mirae Asset Sekuritas juga merekomendasikan saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dengan strategi add karena berpotensi melanjutkan kenaikan. Investor dapat mencermati area entry di kisaran Rp 354–Rp 364 per saham. Adapun target harga saham ACES di Rp 368, Rp 380, dan Rp 388. Adapun level support ACES berada di Rp 354 dan Rp 344.