IgnitePRO Debut di BATIC 2026, Dorong Enterprise Ubah AI Jadi Aksi Nyata
Jakarta - Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 menghadirkan format baru lewat IgnitePRO. Side event ini dirancang untuk membantu enterprise mengubah ambisi pemanfaatan kecerdasan bua...
Jakarta -
Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 menghadirkan format baru lewat IgnitePRO. Side event ini dirancang untuk membantu enterprise mengubah ambisi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi implementasi yang memberikan manfaat bisnis nyata.
Chief Commercial Officer Kharisma mengatakan IgnitePRO merupakan perluasan dari BATIC. Jika BATIC selama ini banyak membahas konektivitas dan infrastruktur digital, IgnitePRO membawa pembahasan lebih dekat dengan kebutuhan bisnis enterprise.
"Ini adalah perluasan daripada event BATIC untuk mungkin lebih banyak menyorot apa kontribusi dari digital provider terhadap enterprise supaya mereka bisa memanfaatkan, mengoptimalkan teknologi AI supaya mereka bisa lebih efektif dan juga mendapatkan return dari investasi di AI-nya dengan lebih maksimal," ujar Kharisma di Nusa Dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kharisma, banyak perusahaan memiliki ambisi mengimplementasikan AI. Namun dalam praktiknya, masih terdapat kesenjangan antara keinginan mengadopsi teknologi tersebut dengan kemampuan menerapkannya secara efektif.
IgnitePRO diharapkan menjadi ruang untuk mengidentifikasi tantangan tersebut sekaligus mempertemukan enterprise dengan ekosistem digital yang dapat membantu.
"Apa ambisi dari enterprise pada saat mereka mau mengimplementasikan AI? Apa gap yang ada? Bagaimana kemudian kita di digital ecosystem ini bisa menjembatani atau meminimalkan dari gap tersebut," katanya.
IgnitePRO sendiri baru pertama kali digelar dalam rangkaian BATIC. Kharisma mengatakan format tersebut lahir setelah muncul permintaan agar kebutuhan bisnis enterprise mendapatkan pembahasan khusus.
Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba menambahkan, enterprise juga perlu mengetahui seberapa besar manfaat yang diperoleh dari investasi AI.
"Berapa benefit yang mereka dapatkan dari sisi, katakanlah, return-nya dengan spending seperti itu. Apakah ini bisa membuat mereka jadi lebih baik lagi? Makanya harus ada forum-forum untuk sharing," kata Budi.
Chief Commercial Officer Kharisma (kiri), Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba (tengah) dan CEO Telin Abdul Rahman Ansyori (kanan) Foto: Novina
Tak Cuma Bicara AI
IgnitePRO tidak hanya membahas AI. Forum ini turut mengangkat cybersecurity dan intelligent digital infrastructure yang menjadi bagian penting dalam transformasi digital enterprise.
Budi menilai keamanan siber semakin krusial karena serangan terhadap layanan esensial, termasuk perbankan dan keuangan, dapat memberikan dampak luas.
Kebutuhan konektivitas enterprise juga berubah. Perusahaan kini membutuhkan infrastruktur yang lebih fleksibel, misalnya bandwidth yang dapat dinaikkan pada periode tertentu dan kembali diturunkan ketika kebutuhan berkurang.
Kharisma menambahkan keberhasilan adopsi AI juga bergantung pada kepercayaan pengguna. AI dapat meningkatkan produktivitas, tetapi teknologi yang sama juga berpotensi memperkuat ancaman digital.
Karena itu, transformasi AI tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur dan mengadopsi teknologi. Enterprise juga perlu memastikan keamanan, membangun kepercayaan pengguna, serta mengukur manfaat bisnis yang dihasilkan.
Lewat IgnitePRO, BATIC 2026 pun memperluas fokus dari konektivitas menuju tantangan berikutnya: bagaimana enterprise mengubah potensi AI menjadi aksi dan hasil bisnis nyata.
(afr/afr)
TAGS
LIHAT LAINNYA