IBC: Baterai EV dari Karawang Mayoritas Diekspor, Lokal Masih Minoritas
Lukman Nur Hakim Akurat.co | 8 September 2026, 17:32 WIBDirektur Utama IBC, Aditya Farhan Arif menegaskan produksi baterai EV di pabrik Karawang saat ini lebih banyak untuk ekspor. Serapan pasar domestik masih ...
Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 8 September 2026, 17:32 WIB

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif menegaskan produksi baterai EV di pabrik Karawang saat ini lebih banyak untuk ekspor. Serapan pasar domestik masih minim karena pasar kendaraan listrik belum besar. - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim
AKURAT.CO PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) menyebut produksi baterai dari pabriknya di Karawang saat ini lebih banyak diarahkan untuk memenuhi pasar ekspor.
Sekadar informasi, IBC tengah mengembangan pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bersama Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) di Karawang, Jawa Barat.
Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif mengatakan perseroan belum dapat mengungkapkan secara spesifik pihak yang menjadi off-taker maupun negara tujuan ekspor karena terikat perjanjian kerahasiaan dengan mitra.
“Ekspor yang jelas. Kalau off-taker-nya kami belum bisa disclose secara spesifik. Tapi yang jelas untuk market ekspor,” kata Aditya selepas agenda BIG Strategic Forum 2026: Accelerating Growth Through Clean Energy & Industrial Transformation, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: IBC Pasang Solar PV di Pabrik Baterai Karawang pada 2027
Aditya menuturkan, pasar domestik tetap menjadi salah satu tujuan penyerapan produksi baterai IBC, tetapi porsinya saat ini masih sangat kecil dibandingkan ekspor.
Menurutnya, peningkatan permintaan dalam negeri diperlukan agar industri baterai nasional dapat berkembang lebih optimal.
“Lokal ada, tapi minoritas memang. Masih sangat minoritas. Oleh karena itu kita juga encourage semoga ada pertemuan market dalam negeri juga bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Menurut Aditya, rendahnya serapan domestik terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang belum cukup besar.
LFP Masih Mendominasi
Lebih lanjut, Aditya mengungkapkan, produksi baterai IBC saat ini masih didominasi jenis lithium iron phosphate (LFP). Komposisi tersebut diperkirakan akan berubah seiring pembangunan pabrik material baterai IBC.
“Untuk sekarang memang masih lebih besar LFP. Karena material baterainya sendiri, pabrik material baterai baru akan kami mulai bangun tahun ini,” tutur Aditya.
Menurut dia, keberadaan pabrik material baterai akan memungkinkan pasokan material untuk diserap oleh fasilitas produksi baterai IBC. Dengan demikian, porsi baterai berjenis nickel manganese cobalt (NMC) diharapkan meningkat ke depan.
Baca Juga: Mushajuku Bekasi Menjawab Tantangan Zaman, Bekasi Martial Arts Camp Menunggu Legalitas dari IBCA MMA
“Nanti harapannya ketika pabrik material baterainya sudah jadi, nanti akan diserap juga oleh pabrik baterainya. Jadi nanti bauran NMC-nya akan lebih besar daripada saat ini,” ucap Aditya.
Aditya belum mengungkapkan komposisi pasti produksi LFP dan NMC saat ini. Namun, dia memastikan LFP masih menjadi jenis baterai yang paling dominan diproduksi IBC.
“Mayoritas memang masih LFP untuk saat ini,” pungkasnya.