pickleballvnz.com

HUT ke-30 APJII, Dorong Sinergi Lintas Sektor demi Internet Berkualitas dan Merata

Lewat acara itu, APJII menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kedaulatan digital Indonesia melalui pemerataan akses internet, penguatan infrastruktur nasional, serta kolaborasi lintas sektor.Ketua Umum APJI...

Lewat acara itu, APJII menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kedaulatan digital Indonesia melalui pemerataan akses internet, penguatan infrastruktur nasional, serta kolaborasi lintas sektor.

Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menyatakan bahwa internet telah berkembang menjadi infrastruktur strategis yang menentukan daya saing bangsa.

Karena itu, pembangunan konektivitas tidak lagi hanya untuk menghadirkan jaringan. Tetapi lebih jauh lagi, untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh akses internet yang cepat, berkualitas, dan terjangkau.

Baca Juga: Internet Tercepat di Dunia

"Tema Koneksi Baik untuk Negeri merupakan komitmen kami untuk memastikan manfaat internet dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia. Selama tiga dekade, APJII terus berupaya membangun ekosistem internet nasional yang semakin kuat, terbuka, dan kolaboratif," ujar Arif, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

"Ke depan, tantangan kita bukan lagi soal perluasan akses. Ke depan, tantangan kita adalah menghadirkan konektivitas yang berkualitas sebagai fondasi transformasi digital Indonesia," sambungnya menjelaskan.

Menurut Arif, APJII akan terus mendorong pertumbuhan ekosistem digital nasional yang inklusif. Termasuk memperluas akses internet hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

APJII juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah. Termasuk mendukung berbagai program strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), seperti Kampung Internet, serta mendorong terwujudnya layanan internet berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps yang semakin terjangkau bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis APJII. Salah satunya adalah pengelolaan Indonesia Internet Exchange (IIX) sebagai titik interkoneksi nasional yang memungkinkan lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri sehingga lebih efisien, cepat, dan andal.

Baca Juga: Cloudflare Temukan 'Jalan Rahasia' Internet Berubah Diam-diam, 70 Persen Rute BGP Terdampak

Hasil Survei APJII mencatat peningkatan penetrasi internet Indonesia tiga tahun terakhir. Pada 2024, penetrasi internet mencapai 79,5 persen atau sekitar 221 juta jiwa. Angka tersebut terus meningkat hingga pada 2026 mencapai 81,72 persen, setara dengan sekitar 235 juta pengguna internet di seluruh Indonesia.

Arif menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa internet kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi digital nasional.

"Peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat. APJII akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan transformasi digital Indonesia berjalan secara inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.

Sementara, Sekjen Komdigi, Ismail, yang hadir pada peringatan HUT, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada APJII atas 30 tahun kontribusinya dalam pembangunan internet di Indonesia.

Menurutnya, kualitas koneksi internet selama ini telah menjadi prasyarat dalam banyak aktivitas masyarakat. Tanpa koneksi memadai, publik tidak akan mengenal konten, kreativitas, hingga AI.

Baca Juga: Komisi I DPR Hormati Putusan MK Soal Kuota Internet, Dorong Perlindungan Hak Konsumen

"Jadi, ini adalah prasyarat yang dibangun oleh teman-teman (APJII). Dan kalau begitu saja pemerintah enggak bisa apresiasi, keterlaluan," kata Ismail.

Pada kesempatan itu, Ismail juga menyampaikan harapan agar APJII bisa membantu Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam hal konektivitas. Menurutnya, pemerintah tak ingin Indonesia hanya menjadi pasar bagi perusahaan-perusahaan global.

Selain juga berharap agar para layanan provider di bawah APJII bisa ikut mengawasi penggunaan internet. Pemerintah ingin agar internet berkualitas dalam pemanfaatannya.

Ismail mengaku khawatir bahwa konten di internet dipenuhi oleh unsur negatif, sehingga memengaruhi generasi masa depan. Sebab, penetrasi konten negatif di internet berujung pada perusakan budaya.

"Ini satu hal yang sangat berat, tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Hanya bisa kalau bersatu padu di antara elemen-elemen urusan digital ini," katanya.

Baca Juga: Putusan MK: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus