pickleballvnz.com

Hujan monsun landa Bangladesh, 50 orang tewas

Hujan monsun yang memicu banjir bandang dan tanah longsor di Bangladesh menewaskan sedikitnya 50 orang dalam sepekan terakhir. Bencana tersebut juga memaksa sekitar 35.000 warga mengungsi ke tempat penampungan ...

Hujan monsun yang memicu banjir bandang dan tanah longsor di Bangladesh menewaskan sedikitnya 50 orang dalam sepekan terakhir. Bencana tersebut juga memaksa sekitar 35.000 warga mengungsi ke tempat penampungan yang disediakan pemerintah.

Dilansir dari CNA, Senin (13/7/2026), wilayah yang paling parah terdampak berada di Distrik Chattogram, Bangladesh tenggara. Komisioner Divisi Chattogram Mohammed Ziauddin mengatakan 29 dari total korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor, sementara dua orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Selama beberapa hari terakhir, personel militer dan penjaga perbatasan dikerahkan untuk menyalurkan makanan, air minum, serta kebutuhan pokok lainnya menggunakan perahu ke wilayah-wilayah yang terisolasi akibat banjir.

Pemerintah Bangladesh juga telah membuka sekitar 4.000 tempat penampungan bagi warga terdampak. Meski demikian, banyak keluarga masih kesulitan mendapatkan makanan dan air bersih karena rumah serta dapur mereka terendam banjir.

Bencana tersebut turut menghambat proses pemakaman korban karena area pemakaman setempat terendam banjir.

Ia mengatakan keluarganya akhirnya berhasil memakamkan Mohammed Forkan di lahan milik pemerintah setelah tidak menemukan lokasi pemakaman yang aman dari genangan air.

Pekan lalu, hujan lebat juga memicu tanah longsor di kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar yang menewaskan sedikitnya 15 orang. Lebih dari 1,2 juta pengungsi tinggal di kawasan tersebut yang rawan longsor karena berada di lereng bukit yang telah kehilangan banyak tutupan pohon.

Para ilmuwan menilai Bangladesh yang berada di wilayah delta dan dilintasi banyak sungai memang rentan terhadap banjir saat musim hujan. Namun, perubahan iklim disebut meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem sehingga risiko bencana menjadi semakin besar.

Sementara itu, Pusat Prakiraan dan Peringatan Banjir Bangladesh memperkirakan kondisi di wilayah tenggara akan mulai membaik dalam beberapa hari ke depan. Namun, potensi banjir masih mengintai wilayah lain.

"Namun, monsun masih aktif di bagian timur laut dan utara Bangladesh, dan masih ada kemungkinan banjir kembali terjadi," kata pejabat Flood Forecasting and Warning Centre, Sarder Udoy Raihan.