HP OmniBook Hadir dalam 5 Model Baru, Pilih Laptop Lebih Mudah - Gizmologi.id
HP Indonesia baru saja mengumumkan anggota keluarga HP OmniBook baru, di mana lini laptop ini menyasar pengguna untuk kebutuhan komputasi harian hingga pekerjaan berperforma tinggi. Adapun lini produk yang HP ...
HP Indonesia baru saja mengumumkan anggota keluarga HP OmniBook baru, di mana lini laptop ini menyasar pengguna untuk kebutuhan komputasi harian hingga pekerjaan berperforma tinggi.
Adapun lini produk yang HP umumkan, termasuk OmniBook 3, OmniBook 5, OmniBook 7, OmniBook X, dan OmniBook Ultra.
Selain menyederhanakan pilihan perangkat, perusahaan juga kolaborasi dengan Intel untuk menghadirkan lini produk dilengkapi beragam fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) dan sensing.
Edo Jonathan Chandra, Consumer Personal System Category Manager, HP Indonesia menyebutkan, fitur AI dan sensing ini dirancang untuk membantu mengatur performa, memperpanjang daya tahan baterai, serta mempermudah penggunaan laptop dengan monitor eksternal.
Baca Juga: Emoji Nangis Jadi Paling Populer di Gboard pada 2025, Kenapa Bisa?
Pendekatan ini menjawab tren pemanfaatan AI semakin luas, di mana teknologi ini tidak lagi terbatas pada pembuatan teks atau gambar melalui layanan seperti Copilot, ChatGPT, dan Gemini, tetapi mulai terintegrasi ke dalam cara perangkat bekerja sehari-hari.
“HP di sini mengembangkan produk-produk yang digunakan sebagai best for work. Artinya apa? Produktivitas. Kita tahu di zaman sekarang semua butuh serba cepat,” kata Edo dalam peluncuran HP OmniBook Clubhouse di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut Edo, kemampuan perangkat juga tidak cukup dinilai berdasarkan kapasitas memori, penyimpanan, atau angka spesifikasi lain. “Kalau selama ini semua cuma melihat spesifikasi, yang penting memori besar, ini besar, itu besar. Tapi ada more to that,” ujarnya.
Lima Kelas HP OmniBook untuk Kebutuhan Berbeda

Di kelas premium, HP memperkenalkan OmniBook Ultra. Diposisilkan sebagai penerus seri Spectre. Laptop ini memiliki ketebalan sekitar 1 cm dan bobot sekitar 1,2 kg.
Perusahaan membekali laptop ini dengan sistem pendingin vapor chamber meski bodinya relatif tipis, serta prosesor Intel Core Ultra untuk menangani pekerjaan berat.
Di bawah varian Ultra, perusahaan memperkenalkan laptop berbentuk flip yang bernama OmniBook X. Berdesain konvertibel, laptop ini juga bisa dipakai dalam empat mode, yakni laptop, tablet, dan posisi presentasi.
Pengalaman mode tablet juga didukung dengan teknologi layar sentuh dan dukungan stylus, disertai kamera Full HD, material metal, serta fitur AI sensing.
HP OmniBook 3, 5, dan 7, Seperti Apa?

Laptop OmniBook 7 menyasar pengguna membutuhkan laptop AI dengan desain portabel, bobot 1,3 kg, dan menggunakan keluarga prosesor Intel Core Ultra.
“Berbekal spesifikasi ini, OmniBook 7 berada di posisi antara seri premium dan laptop untuk kebutuhan komputasi umum,” jelas Edo.
Sementara itu, OmniBook 5 menjadi penerus lini HP Pavilion. Varian Flip ini membawa desain fleksibel dan stylus yang dapat ditempelkan pada sisi bodi agar lebih mudah disimpan.
OmniBook 3 ditempatkan sebagai pilihan untuk sekolah, pekerjaan ringan, dan aktivitas sehari-hari. Lini penerus laptop HP 14 ini mempertahankan port yang relatif lengkap, kamera Full HD, serta fitur privasi kamera.
Pengguna yang tidak membutuhkan bodi sangat tipis atau layar sentuh dapat memilih seri tersebut.
Nama Omni Gantikan Spectre, Pavilion, dan Envy

HP sebelumnya menggunakan berbagai nama untuk membedakan lini laptop, seperti Spectre, Pavilion, dan Envy. Susunan tersebut kini disederhanakan melalui nama OmniBook dengan angka dan kelas produk yang lebih mudah dikenali.
Nama “Omni” berasal dari bahasa Latin yang berarti “semua”. Melalui penamaan baru ini, pengguna dapat mengidentifikasi posisi perangkat berdasarkan angka atau kelasnya.
OmniBook 3 ditujukan untuk kebutuhan dasar, sedangkan OmniBook X dan Ultra menyasar pengguna yang mengutamakan performa, portabilitas, dan material premium.
“Kita bikin jadi lebih simpel. OmniBook saja: 3, 5, 7, Ultra, dan X. Jadi, kita langsung tahu kebutuhannya,” jelas Edo.
Penamaan serupa juga digunakan pada jajaran desktop HP. Keluarga tersebut meliputi OmniStudio, OmniStudio X, OmniDesk, serta OmniDesk Mini. Produk terakhir memiliki bentuk ringkas menyerupai docking station, tetapi tetap dibekali prosesor kelas laptop berperforma tinggi.
Fitur AI Mengatur Performa dan Memindahkan Kursor

Salah satu teknologi yang ditawarkan adalah Smart Sensing. Fitur ini mempelajari pola penggunaan laptop, termasuk waktu ketika pengguna memerlukan performa lebih tinggi atau daya tahan baterai lebih panjang. Sistem kemudian menyesuaikan kinerja dan konsumsi daya berdasarkan kebiasaan tersebut.
“Smart Sensing akan mempelajari penggunaan laptop setiap hari, kapan membutuhkan daya lebih panjang dan kapan tidak. Sehingga performanya dijaga dan mempunyai baterai lebih panjang,” kata Edo.
HP turut memperkenalkan fitur berbasis deteksi kehadiran serta Look to Move. Dalam demonstrasi, Look to Move memungkinkan kursor berpindah dari layar laptop menuju monitor eksternal saat pengguna mengalihkan pandangan. Fitur ini dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencari posisi kursor ketika bekerja menggunakan beberapa layar.
Kolaborasi HP dan Intel juga mencakup optimalisasi aplikasi produktivitas dan kreatif, termasuk Microsoft Teams, Zoom, Adobe Photoshop, serta perangkat lunak Adobe lain. Optimalisasi tersebut diarahkan untuk membuat proses kerja berjalan lebih cepat dan efisien pada perangkat yang didukung.
Melalui keluarga OmniBook, HP ingin menggeser perhatian pengguna dari sekadar angka spesifikasi menuju pengalaman penggunaan secara menyeluruh. Namun, informasi mengenai harga, konfigurasi lengkap, dan jadwal ketersediaan setiap model belum dijelaskan dalam sesi pemaparan tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.