pickleballvnz.com

Houthi ingatkan target “penting” di Arab Saudi berada dalam jangkauan

Sanaa (ANTARA) - Seorang pejabat senior Houthi memperingatkan bahwa "target-target penting" di Arab Saudi berada dalam jangkauan pasukan kelompok tersebut, seraya menegaskan bahwa Houthi siap "membayar harga te...

Sanaa (ANTARA) - Seorang pejabat senior Houthi memperingatkan bahwa "target-target penting" di Arab Saudi berada dalam jangkauan pasukan kelompok tersebut, seraya menegaskan bahwa Houthi siap "membayar harga tertinggi" untuk mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai blokade yang diberlakukan terhadap Yaman.

Abdullah Al-Naami, anggota Dewan Politik Tertinggi Houthi, mengatakan kepada stasiun televisi Al Mayadeen yang berbasis di Lebanon pada Minggu (19/7) bahwa Bandar Udara Internasional Sanaa akan menerima penerbangan "dari semua negara."

Dia memperingatkan pula bahwa setiap upaya Arab Saudi untuk menghalangi penerbangan menuju atau dari bandara tersebut akan memicu "respons menyeluruh."

Lebih lanjut Al-Naami menyatakan bahwa jika Amerika Serikat (AS) bergabung dengan Arab Saudi dalam aksi militer melawan Yaman, Washington akan "menghadapi situasi yang sulit."

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kembali meningkatnya ketegangan terkait bandara Sanaa. Pada Senin (13/7), pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyerang landasan pacu di bandara tersebut untuk menghalangi pendaratan sebuah pesawat Iran yang membawa seorang delegasi senior Houthi, sehingga memaksa pesawat itu dialihkan ke Hodeidah.

Kelompok Houthi kemudian mengeklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi.

Pada Jumat (17/7), Yordania secara resmi mengumumkan inisiatif untuk membuka penerbangan komersial reguler antara Amman dan Sanaa. Langkah tersebut disambut baik oleh pemerintah Yaman, namun ditolak oleh Houthi.

Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika Houthi merebut kendali atas Sanaa, yang mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.