pickleballvnz.com

Housing Expo 2026 Bukukan Transaksi Rp2 Triliun, Sinyal Tingginya Demand Perumahan

COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan, tingginya jumlah pengunjung menunjukkan masyarakat masih membutuhkan informasi mengenai pilihan hunian dan skema pembiayaan yang tersedia.Baca Juga: Ara Kebut P...

COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan, tingginya jumlah pengunjung menunjukkan masyarakat masih membutuhkan informasi mengenai pilihan hunian dan skema pembiayaan yang tersedia.

Baca Juga: Ara Kebut Pembiayaan Rumah Subsidi dan Bedah Rumah di Housing Expo 2026

"Pengunjung yang banyak menunjukkan bahwa masyarakat butuh informasi ini untuk supply perumahan dan transaksi yang sudah terjadi kurang lebih sudah Rp2 triliun. Kita harapkan bisa bertambah lagi," kata Dony dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

Pameran yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, tersebut mempertemukan pengembang, perbankan, pemerintah, dan pelaku industri pendukung perumahan dengan calon pembeli.

Sebanyak lebih dari 170 pengembang ambil bagian dalam pameran tersebut. Jumlah itu terdiri atas 161 pengembang swasta dan 12 BUMN sektor perumahan.

Pameran juga menawarkan lebih dari 100.000 unit hunian dari berbagai segmen. Pilihan tersebut mencakup rumah subsidi hingga hunian vertikal yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dony menilai antusiasme masyarakat selama pameran menunjukkan kebutuhan terhadap informasi mengenai pasokan rumah dan pembiayaan masih besar.

Menurut dia, keberadaan berbagai pelaku dalam satu ekosistem diperlukan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pilihan hunian, tetapi juga informasi mengenai akses pembiayaannya.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kolaborasi Kementerian PKP yang selalu bekerja sama dengan Danantara," ujar Dony.

"Pengunjung yang banyak menunjukkan bahwa masyarakat butuh informasi ini untuk supply perumahan," lanjutnya.

Nilai transaksi sekitar Rp2 triliun tersebut dicatat selama penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026. Dony berharap transaksi tersebut masih dapat bertambah.

Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, penyediaan rumah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan unit. 

Pemerintah juga membutuhkan keterlibatan perbankan, pengembang, dan sektor pendukung agar masyarakat memiliki akses terhadap hunian sekaligus pembiayaannya.

"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pihak bergerak bersama. Pemerintah, Danantara, pengembang, perbankan, dan seluruh pelaku industri perumahan harus terus bersinergi agar semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya MBR, yang memiliki akses dan kemampuan untuk memiliki rumah sendiri," kata Maruarar.

Menurut Maruarar, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong Program 3 Juta Rumah.

Program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai sisi, mulai dari penyediaan lahan dan pembangunan unit hingga pembiayaan bagi masyarakat yang menjadi sasaran program.

"Keberhasilan Program 3 Juta Rumah membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pengembang, perbankan, kontraktor, penyedia bahan bangunan, hingga sektor industri pendukung lainnya," ujarnya.

Dalam kunjungannya ke pameran, Maruarar meninjau sejumlah booth perbankan dan pengembang yang menawarkan produk pembiayaan serta hunian.

Beberapa bank yang dikunjungi antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Maruarar juga melihat mockup rumah KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), hunian vertikal untuk MBR, serta sejumlah produk dan layanan pendukung industri perumahan.

Dirinya mengatakan keberadaan perbankan dalam ekosistem perumahan diperlukan untuk menjaga agar sisi pasokan rumah berjalan seiring dengan kemampuan pembiayaan masyarakat.

"Seluruh pihak harus bergerak bersama agar semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya MBR, yang memiliki akses dan kemampuan untuk memiliki rumah sendiri," kata Maruarar.

Danantara Housing Expo 2026 tidak hanya menghadirkan pengembang dan bank. Pameran tersebut juga melibatkan berbagai sektor pendukung industri perumahan.

Total terdapat lebih dari 170 pengembang yang mengikuti pameran, terdiri atas 161 developer swasta dan 12 BUMN sektor perumahan. Mereka menawarkan lebih dari 100.000 unit hunian kepada masyarakat.

Selain rumah tapak, pameran juga menghadirkan hunian vertikal, termasuk yang ditujukan bagi MBR.

Kehadiran berbagai segmen hunian tersebut membuat pameran menjadi salah satu titik temu antara pasokan properti dan calon pembeli.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong keterlibatan sektor swasta dan perbankan dalam mempercepat penyediaan rumah.

Maruarar mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha diperlukan agar program perumahan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga memastikan masyarakat dapat mengakses hunian tersebut.

"Danantara Housing Expo 2026 menjadi wadah event untuk ekosistem perumahan yang bagus sekali dapat bertemu dalam satu tempat dan sangat bermanfaat," kata Maruarar.

Ara pun mengapresiasi keterlibatan Danantara dan para pelaku usaha dalam penyelenggaraan pameran tersebut.

"Saya langsung cek ke booth dan transaksinya berjalan dengan sangat baik," ujarnya.

Dengan transaksi sekitar Rp2 triliun dan lebih dari 100.000 unit hunian yang ditawarkan, pameran ini sekaligus memperlihatkan besarnya ruang pertemuan antara kebutuhan rumah, pasokan hunian, dan pembiayaan. 

Pemerintah selanjutnya perlu memastikan kolaborasi tersebut dapat berlanjut di luar pameran dan mendukung pencapaian target Program 3 Juta Rumah.