pickleballvnz.com

Hobi Gosip Bikin Tajir, Kisah Nenek-nenek Beli Rumah dari Bergunjing

Jakarta - Hobi bergosip ternyata bisa menghasilkan uang. Hal itu dibuktikan oleh Miryam, perempuan asal Kolombia berusia 67 tahun yang mengaku berhasil mengubah kegemarannya mencari tahu kabar tetangga me...

Jakarta -

Hobi bergosip ternyata bisa menghasilkan uang. Hal itu dibuktikan oleh Miryam, perempuan asal Kolombia berusia 67 tahun yang mengaku berhasil mengubah kegemarannya mencari tahu kabar tetangga menjadi sumber penghasilan.

Melansir Gulf Today, Miryam memperkenalkan dirinya sebagai seorang chismosa profesional. Dalam bahasa Spanyol, istilah tersebut memiliki arti perempuan yang gemar bergosip. Bedanya, Miryam tidak sekadar membicarakan kabar tetangga, tetapi menjadikannya sebagai bisnis.

Miryam mengatakan dirinya sering duduk di depan rumah untuk mengamati sekaligus mendengarkan berbagai percakapan di lingkungan sekitar. Dari situlah berbagai cerita tentang tetangga mulai ia kumpulkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bahkan selalu membawa buku catatan untuk menuliskan informasi yang didengarnya. Menurut Miryam, kebiasaan tersebut membantunya mengingat cerita dengan lebih akurat.

Ia juga mengaku memiliki kemampuan untuk tetap memperhatikan percakapan orang lain meskipun sedang berbicara dengan seseorang. Tak heran jika kemudian dirinya mendapat julukan sebagai "Ratu Gosip" di lingkungan tempat tinggalnya.

Gosip-gosip tersebut kemudian dijual Miryam dengan harga beragam. Untuk gosip yang dianggap biasa, ia mengaku memasang tarif sekitar 5.000 hingga 10.000 peso Kolombia atau sekitar Rp 28 ribu hingga Rp 56 ribu.

Namun, semakin menarik atau sensitif informasi yang dimiliki, semakin tinggi pula nilai yang harus dibayar jika seseorang ingin Miryam tutup mulut. Salah satu gosip termahal yang pernah ia tangani disebut mencapai 700.000 peso Kolombia atau sekitar Rp 3,9 juta. Miryam mengaku mendapatkan uang tersebut karena bersedia merahasiakan informasi tentang seorang pria yang diduga tidak setia kepada istrinya ketika sang istri sedang bepergian.

Menariknya, Miryam tidak hanya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut. Ia mengaku mengumpulkan bukti untuk mendukung informasi yang disampaikannya.

Saat rumahnya ditunjukkan dalam sebuah wawancara, terlihat papan yang dipenuhi foto dan berbagai material yang menurut Miryam berkaitan dengan cerita yang ia kumpulkan. Beberapa di antaranya bahkan disebut berkaitan dengan dugaan perselingkuhan warga sekitar.

Miryam menegaskan bahwa dirinya tidak mau menyebarkan informasi tanpa bukti. Ia menganggap hal tersebut sebagai salah satu alasan mengapa orang-orang mempercayai informasi yang diberikannya.

Bisnis unik tersebut rupanya tidak sekadar menghasilkan uang jajan. Miryam mengklaim penghasilannya dari menjual gosip telah membantunya membeli dua rumah.

Ia bahkan memperlihatkan celengan besar berisi uang kertas dan koin yang menurut pengakuannya merupakan hasil pendapatan dalam satu minggu.

Selain mengumpulkan informasi sendiri, Miryam juga memanfaatkan pertemuan bersama teman-temannya sebagai kesempatan untuk mendapatkan kabar terbaru. Ia mengatakan kerap berkumpul di rumah keduanya untuk bermain Parcheesi dan permainan papan lainnya sambil bertukar cerita tentang lingkungan sekitar.

Kesuksesan Miryam rupanya membuat beberapa tetangganya mencoba mengikuti cara yang sama. Namun, ia tetap percaya bahwa dirinya memiliki keunggulan karena sudah lama menjalani aktivitas tersebut dan dikenal sebagai sumber informasi di lingkungannya.

Bagi Miryam, gosip merupakan sesuatu yang tidak akan pernah habis. Menurutnya, ke mana pun seseorang pergi, selalu ada cerita baru yang bisa dibicarakan.

Kisah Miryam kemudian menjadi viral setelah wawancaranya dibagikan oleh kreator konten Lady Daniella di TikTok. Cerita tentang perempuan berusia 67 tahun yang mengubah kebiasaan bergosip menjadi sumber penghasilan itu pun menarik perhatian banyak orang.

Miryam sendiri menganggap gosip sudah menjadi bagian dari hidupnya. Dengan penuh percaya diri, ia bahkan bercanda bahwa di setiap lingkungan yang dianggap 'terhormat' sekalipun pasti ada seorang tukang gosip. Jika seseorang merasa tidak mengenal siapa tukang gosipnya, menurut Miryam, bisa jadi justru orang tersebut yang sedang menjadi bahan gosip.

(vio/vio)