pickleballvnz.com

Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas US$110, Serangan di Timur Tengah Bikin Pasar Was-was

 Bisnis Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:42 WIB Jakarta, VIVA – Harga minyak d...

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Jakarta, VIVA – Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026), dengan minyak mentah Brent bertahan di dekat level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi setelah kelompok Houthi melaporkan serangan terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi dan munculnya laporan serangan terhadap kapal di kawasan Teluk.

Baca Juga

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka naik 52 sen atau 0,47 persen menjadi US$110,07 per barel pada pukul 06.28 GMT. Pada perdagangan sebelumnya, harga Brent sempat menyentuh US$110,70 per barel, level tertinggi sejak 20 Mei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman November, yang akan berakhir pada Selasa, naik 0,36 persen menjadi US$104,03 per barel. Kontrak Desember yang lebih aktif diperdagangkan menguat 26 sen atau 0,26 persen menjadi US$98,80 per barel.

Baca Juga

Analis ING menilai ketegangan geopolitik masih menjadi faktor penting yang menopang harga minyak di pasar global. "Harga minyak tetap mendapat dukungan kuat ... Hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang memperhitungkan premi risiko yang signifikan, mengingat situasi yang bergejolak," kata analis ING, dikutip dari Reuters, Selasa (20/10/2026). 

"Namun, jika arus pasokan terus berjalan tanpa hambatan meskipun lingkungan geopolitik seperti ini, premi risiko kemungkinan akan terkikis secara perlahan. Jelas, belum ada tanda-tanda ke arah itu saat ini," ungkapnya. 

Baca Juga

Perusahaan pelacak kapal Kpler menyebut sedikitnya 18 kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan selama dua pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat premi risiko di pasar minyak tetap bertahan.

Serangan Houthi Picu Kekhawatiran Pasokan

Kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran pada Senin menyatakan telah melancarkan sejumlah serangan terhadap target energi, bandara, dan militer di Arab Saudi. Sasaran yang disebutkan meliputi fasilitas Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta Bandara Abha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Otoritas Arab Saudi belum segera mengonfirmasi klaim tersebut. Reuters juga belum dapat memverifikasi laporan serangan itu secara independen.

Pada Senin, serangan Houthi terhadap kamp pelatihan pasukan keamanan pemerintah di Provinsi Shabwa, Yaman, dilaporkan menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 200 orang. Serangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan dan risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Situasi ini turut mempertahankan harga minyak di atas US$100 per barel.

Halaman Selanjutnya

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah diperkirakan turun pada pekan lalu, disertai penurunan stok produk minyak. Perkiraan tersebut berdasarkan jajak pendapat awal Reuters yang dirilis pada Senin.