pickleballvnz.com

Harga daging ayam ras di Babel naik 13,04 persen, TPID diminta perkuat pengendalian - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rommy S. Tamawiwy meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah pengendalian harga daging ayam r...

Pangkalpinang (ANTARA) -

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rommy S. Tamawiwy meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah pengendalian harga daging ayam ras menyusul kenaikan harga komoditas tersebut sebesar 13,04 persen pada September 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

"Berdasarkan hasil survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga daging ayam ras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada September 2026 mencapai Rp49.354 per kilogram, meningkat dari Rp43.661 per kilogram pada Agustus 2026," kata Rommy dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Kamis.

Rommy menjelaskan kenaikan harga tersebut tercatat sebesar 13,04 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan mencapai 23,39 persen lebih tinggi dibandingkan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), yakni Rp40.000 per kilogram.

Menurut dia, perkembangan harga daging ayam ras perlu menjadi perhatian untuk menjaga keterjangkauan harga pangan dan stabilitas inflasi di Bangka Belitung.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat inflasi pada Agustus 2026 sebesar 3,94 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan kenaikan harga daging ayam ras menjadi salah satu faktor penyumbang.

Rommy menyebutkan terdapat sejumlah faktor yang diduga mendorong kenaikan harga daging ayam ras, di antaranya tingginya harga ikan laut akibat keterbatasan stok yang dipengaruhi cuaca ekstrem.

"Kondisi ini mengakibatkan masyarakat beralih ke daging ayam ras dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein," ujarnya.

Selain itu, gangguan produksi yang berdampak terhadap pasokan ayam, peningkatan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kecenderungan pelaku usaha mempertahankan margin keuntungan sejalan dengan tingginya harga pembelian turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Peningkatan kebutuhan daging ayam ras juga dipengaruhi oleh pelaksanaan acara keagamaan yang waktunya berdekatan.

Rommy menekankan perlunya TPID bergerak cepat untuk mengantisipasi kenaikan harga daging ayam ras yang masih berlanjut.

Ia menyampaikan beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan melalui kolaborasi TPID dan Tim Satgas Pangan, antara lain inspeksi mendadak ke kandang Day Old Chick (DOC) serta peternak ayam ras mandiri maupun kemitraan berskala besar.

"Pemeriksaan dari sisi hulu diperlukan untuk memastikan kendala riil di lapangan, termasuk gangguan akibat penyakit atau wabah," katanya.

Selain itu, TPID bersama Tim Satgas Pangan perlu melakukan investigasi rantai nilai komoditas daging ayam ras dari hulu hingga hilir. Investigasi tersebut mencakup pemantauan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen, deteksi potensi spekulasi pedagang, serta inspeksi ke distributor untuk memeriksa indikasi penimbunan stok daging ayam ras segar maupun beku.

TPID juga perlu memastikan kelancaran distribusi pasokan pangan dari luar daerah serta berkoordinasi dengan produsen dan instansi vertikal terkait untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari solusi peningkatan produksi ayam lokal di Bangka Belitung.

Dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan daging ayam ras untuk SPPG, TPID dapat berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mencari sumber alternatif protein hewani selain ayam ras guna mengurangi tekanan permintaan terhadap komoditas tersebut.

Rommy mengatakan Bank Indonesia terus mendukung upaya stabilisasi harga melalui implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Dukungan tersebut dilakukan melalui fasilitasi pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM), perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) bersama TPID untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

"Bank Indonesia telah memberikan fasilitasi pengiriman 7.000 kilogram daging ayam beku ke Belitung Timur sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran distribusi pangan," ujarnya.

Selain itu, Bank Indonesia mendukung penguatan kompetensi anggota TPID dan klaster pangan melalui kegiatan capacity building, serta komunikasi publik dalam rangka menjaga ekspektasi masyarakat terhadap perkembangan harga pangan.

Upaya kolaboratif tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan pasokan, menjaga keterjangkauan harga daging ayam ras, dan memperkuat stabilitas inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pewarta: Try MHardi
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.