pickleballvnz.com

Hadianto Rasyid minta OPD jemput bola penuhi hak penyandang disabilitas

Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah Hadianto Rasyid meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kota setempat aktif menjemput bola dalam pemenuhan hak ANTARA News sulteng 1 ...

Hadianto Rasyid minta OPD jemput bola penuhi hak penyandang disabilitas

Kamis, 8 Oktober 2026 16:57 WIB

Image Print

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat diwawancara pada kegiatan dialog yang mengangkat tema “Menuju Kota Palu Ramah Disabilitas: Sinergi Pemerintah Daerah dan Komisi Nasional Disabilitas dalam Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas” di Palu, Kamis (8/9/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah Hadianto Rasyid meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kota setempat aktif menjemput bola dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Palu yang ramah disabilitas.

“Kita tidak harus lagi menunggu. Kita sudah harus menjemput bola. Kerja-kerja yang sistematis, mulai dalam beberapa waktu terakhir ini kita sudah mulai laksanakan,” kata Hadianto saat dialog yang mengangkat tema “Menuju Kota Palu Ramah Disabilitas: Sinergi Pemerintah Daerah dan Komisi Nasional Disabilitas dalam Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas”.

Ia mengatakan, pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan perhatian dari seluruh perangkat daerah dan tidak dapat hanya mengandalkan satu sektor.

Oleh karena itu, kata dia, kehadiran Komisi Nasional Disabilitas di Kota Palu menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun kota yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Menurut dia, dialog tersebut memiliki arti yang sangat penting. Ia mengatakan bukan hanya sekadar forum pertemuan, tetapi harus menjadi ruang untuk mendengarkan secara langsung pengalaman, kebutuhan, aspirasi, serta harapan masyarakat penyandang disabilitas.

“Jangan kita hanya jadikan ini sebagai sebuah seremonial saja, tapi betul-betul wujud ketulusan kita untuk bisa menyerap setotal mungkin, semaksimal mungkin, semua hal yang mungkin selama ini tidak kita perhatikan,” katanya.

Ia menegaskan penyandang disabilitas tidak boleh hanya dipandang sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan yang memiliki hak, potensi, kemampuan, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam kemajuan daerah.

Ia mengatakan, mewujudkan Kota Palu inklusif dan ramah disabilitas membutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, Komisi Nasional Disabilitas, organisasi penyandang disabilitas, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, serta seluruh elemen masyarakat.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026