Guru Saiful ingatkan bakti “kuwitan” dan hargai orang sholeh - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan berbaktilah kepada "kuwitan" atau kedua orang tua ...
Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan berbaktilah kepada "kuwitan" atau kedua orang tua dan menghargai orang-orang sholeh.
"Bakti dengan kuwitan dan menghargai orang-orang sholeh itu penting. Karena Senakal-nakalnya atau sebegal-begalnya orang tersebut insya Allah mendapat hidayah Allah SWT. Sebab hidayah adalah milik Allah SWT," ujar Guru Saiful dalam tausyiahnya sesudah Shalat Subuh, Selasa.
Menurut guru yang pernah belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mursyidul Amin Pemangkih, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel itu, bahwa orang yang mendapat hidayah Allah SWT bisa masuk surga.
Baca juga: Guru Saiful ungkap makna iman dan nikmat
Begitu pula orang yang menghormati arau berlaku baik dengan orang-orang sholeh, insya Allah juga akan masuk surga, ujar Guru Saiful di sela-sela pengajian rutin "Sifat 20" atau tarekat "Asy'ariah" yang menjadi salah satu pelajaran bagi kaum Muslim, terutama pengikut mazhab Imam Syafi'e.
Baca juga: Guru Saiful ungkap makna dan keutamaan Hari Asyura
Guru yang juga pernah menimba ilmu agama ke Tanah Jawa memberi contoh sederhana, namun mungkin terbilang aneh yaitu anjing Qithmir (sebagaimana makna Surah Al Kahfi ayat 22) masuk surga, karena 300 tahun lebih menjaga pemuda sholeh yang bersembunyi dalam goa.
Ia menambahkan, kalau kuwitan sudah meninggal dunia ziarahi tiap hari Jum'at sebagaimana Hadits Rasulullah Muhammad SAW (jika memungkinkan).
"Kalau tidak memungkinkan ziarah tiap Jum'at, beberapa ulama berpendapat beri hadiah (misalnya zikir, baca Surah Yasin, Waqi'ah, Al Mulk, Al Kahfi dan Sueah As Sajdah) tiap hari Jum'at atau malsm Jum'at sebagai tanda bakti dengan kuwitan," sarannya.
Sedangkan pada pelajaran Sifat 20, menerangkan tentang sifar harus dari Allah SWT, seperti diadakan atau tidaknya alam semesta atau dunia beserta isinya, Allah tetap ada,.
"Oleh sebab itu, kita sebagai makhluk Allah, jangan pikiran hasil karena hal tersebut hak Allah. Kewajiban kita berusaha dan ikhtiar. Allah sangat adil dan sangat bijaksana, " demikian Guru H Saiful.
Baca juga: Guru Saiful ungkap makna dan keutamaan Hari Asyura
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.