Guntur Romli: Buku Islam Ala Prabowo Terkesan Dipaksakan
AKURAT.CO Polemik buku Islam Ala Prabowo kembali mendapat sorotan. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli menilai persoalan buku tersebut tidak berhenti pada penggunaan judul, t...
AKURAT.CO Polemik buku Islam Ala Prabowo kembali mendapat sorotan. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli menilai persoalan buku tersebut tidak berhenti pada penggunaan judul, tetapi juga menyangkut dasar gagasan keislaman yang dilekatkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Guntur, istilah “Islam ala” semestinya merujuk pada corak atau gagasan keislaman yang memiliki keterkaitan kuat dengan tokoh yang disebut dalam judul. Karena itu, ia mempertanyakan alasan penggunaan istilah tersebut untuk menggambarkan Prabowo.
“Islam ala siapa? Kebohongan di balik buku Islam ala Prabowo. Judul buku Islam ala Prabowo saja sudah cukup mengundang tanda tanya di kalangan netizen,” ujar Guntur, dikutip Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan penggunaan kata “ala” pada dasarnya tidak bermasalah jika digunakan untuk menunjukkan karakter pemikiran seorang tokoh.
Baca Juga: Gus Kautsar Beberkan Kronologi Mengapa Namanya Ada dalam Buku Islam Ala Prabowo
“Islam ala Prabowo semestinya berarti islam dengan gaya dan corak pemikiran Prabowo,” kata dia.
Namun, Guntur mempertanyakan apakah Prabowo selama ini dikenal memiliki gagasan keislaman tertentu yang terdokumentasi dan menjadi bagian dari wacana keislaman di Indonesia.
Ia kemudian membandingkannya dengan sejumlah tokoh yang memiliki rekam pemikiran Islam yang lebih jelas, seperti KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy'ari, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta KH Said Aqil Siradj.
“Bandingkan dengan Islam ala K.H. Ahmad Dahlan, Islam ala K.H. Hasyim Ash'ari, atau ala Gus Dur dengan gagasan pribumisasi Islamnya, atau ala KH Aqil Siradj dengan Islam Nusantara,” ujarnya.
Menurut Guntur, istilah “Islam ala” dapat lebih mudah dipahami ketika dilekatkan kepada tokoh yang memiliki gagasan keislaman yang dapat ditelusuri melalui karya dan rekam pemikirannya.
Ia juga menyinggung Presiden Soekarno. Menurutnya, pemikiran Soekarno mengenai Islam antara lain dapat ditelusuri melalui korespondensinya dengan Ustaz Ahmad Hasan.
Guntur menilai rekam pemikiran tersebut menunjukkan corak Islam yang progresif, terbuka terhadap kemajuan, serta toleran.
Berbeda dengan tokoh-tokoh tersebut, Guntur menilai Prabowo tidak dikenal publik sebagai figur yang memiliki wacana keislaman tertentu.
“Sementara Islam ala Prabowo terkesan dipaksakan karena dia tidak dikenal dalam wacana keislaman,” katanya.
Baca Juga: Yusril Klarifikasi Buku Islam Ala Prabowo: Saya Hanya Diwawancarai
Guntur juga mengingatkan bahwa penggunaan judul tersebut berpotensi menjadi bumerang apabila buku yang dimaksudkan untuk membangun citra positif justru memunculkan kritik di tengah masyarakat.
“Alih-alih Presiden Prabowo mendapatkan poin positif yang ada kritik keras hingga ejekan,” ujar dia.