Gubernur Sumut pastikan percepatan pembangunan di Kepulauan Nias - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan percepatan pembangunan seperti pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan di Kepulauan Nias dengan mulai berkantor di daerah itu. "Nanti (berkant...
Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan percepatan pembangunan seperti pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan di Kepulauan Nias dengan mulai berkantor di daerah itu.
"Nanti (berkantor, red) akan bergantian dengan Wakil Gubernur," kata Bobby usai melantik delapan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Senin.
Gubernur mengatakan, kegiatan berkantor di Kepulauan Nias secara bergantian dengan Wakil Gubernur Sumut Surya itu merupakan satu janji kampanye dalam pemilihan kepala daerah serentak pada 2024.
"Insya Allah, nanti Rabu. Janjinya tiga bulan, tetapi bergantian dengan pak Wagub (Wakil Gubernur)," katanya.
Menurut dia, pihaknya akan berkeliling di wilayah Kepulauan Nias dan meninjau sejumlah sektor strategis yang sedang dikembangkan serta berdialog langsung dengan masyarakat Nias.
Diantaranya meninjau sejumlah gedung sekolah guna memastikan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai bagi para siswa.
Perhatian terhadap sektor pendidikan tersebut menjadi salah satu program prioritas yang terus didorong Pemerintah Provinsi Sumut.
Ia juga direncanakan akan meninjau berbagai infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan yang merupakan tindak lanjut peninjauan sebelumnya pada awal masa menjabat sebagai gubernur.
Sejumlah hasil peninjauan sebelumnya telah ditindaklanjuti melalui pembangunan mau pun perbaikan infrastruktur, seperti Jembatan Idano Noyo di Kabupaten Nias Barat yang telah selesai dibangun.
Jembatan Idano Noyo di Kabupaten Nias Barat telah selesai dibangun dan diresmikan agar dapat digunakan untuk umum pada Februari 2026.
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.