Gubernur siapkan hadiah Rp5 juta untuk pelapor pembakar lahan di Kotim
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyiapkan hadiah Rp5 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat terkait pelaku pembakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin ANTARA News kalteng 1 ...
Gubernur siapkan hadiah Rp5 juta untuk pelapor pembakar lahan di Kotim
Jumat, 28 Agustus 2026 21:26 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Kapolda Kalteng dan Pangdam Tambun Bungai meninjau langsung kondisi karhutla di Kotim, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Devita Maulina
Sampit (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyiapkan hadiah Rp5 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat terkait pelaku pembakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penindakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kalau ada yang mendapat informasi seperti itu nanti kami bantu Rp5 juta dan jangan khawatir karena identitasnya akan kami rahasiakan. Tapi harus benar-benar, jangan mengarang dan jangan memfitnah,” kata Agustiar Sabran di Sampit, Jumat.
Hal itu ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Kotim, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kalteng, di antaranya Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Kedatangan rombongan tersebut disambut Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati dan unsur FKPD Kotim untuk melihat langsung kondisi karhutla sekaligus meninjau posko-posko penanganan karhutla di daerah itu.
Agustiar mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menghadapi musim kemarau yang dinilai cukup kuat tahun ini.
“Kita perlu memperkuat sinergi antara provinsi dengan kabupaten agar jangan sampai kebakaran ini meluas. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, harus serentak bersama, tim keroyokan,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk ketika membersihkan pekarangan maupun membuka lahan, karena kondisi kemarau saat ini meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
Menurutnya, kondisi kemarau tahun ini berbeda dibandingkan kemarau pada tahun-tahun sebelumnya. Fenomena El Nino yang kuat turut meningkatkan risiko kebakaran sehingga seluruh elemen masyarakat perlu terlibat dalam pencegahan.
Agustiar juga menyampaikan, bahwa saat ini Kalteng berada di urutan kesembilan secara nasional dalam kejadian karhutla, sedangkan posisi pertama ditempati Kalimantan Barat.
Luasan lahan yang terbakar di Kalteng saat ini hampir mencapai 8.000 hektare, namun masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 23.000 hektare atau lebih.
Meski begitu, ia meminta seluruh pihak tidak berpuas diri karena kondisi di lapangan masih dapat berubah seiring berlangsungnya musim kemarau.
“Kita jangan berpuas diri dulu, karena kemarau tahun ini sangat kuat. Makanya kita perlu mengantisipasi semua yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Semua elemen masyarakat harus terlibat, karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi semuanya,” tegasnya.
Baca juga: Gubernur Kalteng salurkan bantuan air bersih dan pangan untuk warga Kotim
Gubernur juga menyoroti dugaan adanya pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja oleh oknum tertentu. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu alasan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat maupun pemerintah.
Agustiar mencontohkan kasus di Kabupaten Pulang Pisau, ketika aparat mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan pembakaran di 12 lokasi. Kondisi tersebut menunjukkan kemungkinan adanya pihak yang sengaja mengoordinasikan pembakaran di sejumlah titik.
“Kapolda kemarin menangkap di Pulang Pisau dua orang di 12 titik, artinya diduga ada yang sengaja mengoordinir. Makanya, kalau ada informasi yang akurat, laporkan kepada kami. Tidak perlu takut, identitasnya dirahasiakan,” ucapnya.
Berkaitan dengan pemberian hadiah, Agustiar menegaskan hal tersebut bukan untuk mendorong masyarakat saling menuduh, melainkan sebagai bentuk penghargaan terhadap informasi yang benar-benar dapat membantu penanganan karhutla.
Oleh sebab itu, Agustiar meminta masyarakat memastikan informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak berkembang menjadi fitnah di tengah kondisi karhutla yang membutuhkan kerja sama semua pihak.
Agustiar juga meminta Bupati Kotim memperkuat koordinasi bersama Dandim, Polres dan seluruh unsur terkait sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara terpadu.
Ia menilai kondisi Kotim saat ini masih relatif terkendali dibandingkan kondisi pada sejumlah musim kemarau sebelumnya. Jarak pandang masih cukup baik dan kabut asap belum mencapai kondisi parah.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Pemerintah dan masyarakat diminta terus melakukan pencegahan, sekaligus memperkuat ikhtiar secara lahir dan batin menghadapi kemarau panjang.
“Kita terus berusaha dan berikhtiar. Tidak hanya secara lahiriah, tetapi juga batiniah. Mari berdoa bersama sesuai kepercayaan agama masing-masing," demikian Agustiar.
Senada disampaikan, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turut meminta masyarakat memperkuat kepedulian terhadap pencegahan karhutla dengan mengingatkan lingkungan sekitar agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan.
“Kami minta dukungan dari masyarakat berkaitan dengan karhutla. Tadi kami di helikopter, Kota Sampit ini tidak kelihatan karena tertutup asap,” kata Zainul.
Ia menegaskan pembakaran lahan secara sengaja untuk membuka lahan dengan alasan biaya murah justru menimbulkan dampak yang harus ditanggung masyarakat luas.
Maka dari itu, masyarakat diminta segera menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran yang disengaja.
“Kalau memang ada kesengajaan untuk membuka lahan dan sebagainya, mau murah, bakar sana, bakar sini, yang repot kita semua. Mari kita jaga hutan dan pekarangan agar tetap asri dan bisa dinikmati anak cucu,” pungkasnya.
Baca juga: BKSDA evakuasi trenggiling dari areal bekas karhutla di Sampit
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Kalteng dan FKPD Kalteng yang dinilai memperkuat dukungan penanganan karhutla di daerahnya.
Halikinnor juga melaporkan, bahwa Pemkab Kotim telah mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu pemadaman, terutama dalam memenuhi kebutuhan air yang menjadi salah satu kendala utama di lapangan.
“Semua OPD wajib membawa satu mobil dan satu tangki profil untuk membantu pemadam. Jadi mobil pemadam tidak bergerak lagi untuk mengisi air, sekarang pengisian air dilakukan oleh OPD,” paparnya.
Menurutnya, sumber air menjadi tantangan karena embung dan hidran yang sebelumnya digunakan mulai mengering. Pemkab Kotim kini mengambil air langsung dari Sungai Mentaya untuk memenuhi kebutuhan pemadaman karhutla.
Halikinnor juga mengungkapkan adanya indikasi kebakaran yang kembali muncul di lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan. Salah satunya di Jalan Tjilik Riwut kilometer 7, yang kembali terbakar dua hari setelah api di lokasi tersebut dinyatakan padam.
"Kami ada kecurigaan ini. Kemarin yang terbakar sudah dipadamkan, tahu-tahu dua hari atau hari ketiga di seberang yang tidak ada api muncul api. Makanya, kami mengimbau masyarakat kalau melihat ada yang sengaja membakar, tolong segera diinformasikan,” ujarnya.
Ia menambahkan dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh pelaku pembakaran, tetapi juga masyarakat secara luas melalui asap, gangguan aktivitas, hingga ancaman terhadap kesehatan dan lingkungan.
Untuk memperkuat penanganan, Halikinnor berharap dukungan Pemprov Kalteng dan FKPD provinsi, khususnya penambahan sarana water bombing untuk menjangkau titik kebakaran yang berada di kawasan hutan dan sulit diakses pasukan darat.
“Khusus kebakaran yang agak masuk ke hutan, tidak mungkin dijangkau dengan kekuatan pasukan darat. Mudah-mudahan Gubernur dan Forkopimda Provinsi bisa membantu, khususnya untuk water bombing,” demikian Halikinnor.
Baca juga: BPBD Kotim akan gunakan zat tambahan percepat pemadaman karhutla
Baca juga: Pemprov Kalteng sediakan sembako murah untuk sejumlah kabupaten
Baca juga: PT Unggul Lestari gencarkan sosialisasi pencegahan dan bahaya karhutla
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.