pickleballvnz.com

Gubernur NTB memaparkan strategi ekonomi kreatif di forum dunia

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menjadi salah satu kepala daerah yang tampil sebagai pembicara dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 ANTARA News mataram 38 ...

Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menjadi salah satu kepala daerah yang tampil sebagai pembicara dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.

Dalam keterangan tertulis diterima di Mataram, Sabtu, forum ekonomi kreatif dunia tersebut, Iqbal tampil satu panggung dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Ketiga kepala daerah itu hadir sebagai pembicara bersama di sesi pleno yang membahas strategi pengembangan ekonomi kreatif dari daerah. Selain Lalu Iqbal, sebelumnya Gubernur DKI Pramono Anung ikut menjadi pembicara di sesi awal. Termasuk tokoh kreatif seperti Ernest Prakasa dan Angga Dwimas Sasongko yang banyak dikenal sebagai sutradara.

Dalam paparannya, Iqbal mengatakan bahwa NTB mampu membalikkan keadaan, dari dari kontraksi 1,47 persen pada semester pertama 2025 menjadi tumbuh 10,42 persen pada semester pertama 2026. Capaian tersebut menempatkan NTB sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua secara nasional.

Meski demikian, Iqbal menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan.

"Pertumbuhan ekonomi yang cepat di tengah kemiskinan yang tinggi hanya akan membuat banyak masyarakat tertinggal. Kita ingin membangun NTB tanpa meninggalkan siapa pun," kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan, struktur perekonomian NTB juga mengalami perubahan dalam 15 tahun terakhir. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari sekitar Rp52 triliun pada 2010 menjadi Rp170 triliun pada 2025. Dalam periode tersebut, dominasi sektor pertambangan mulai berkurang, sementara sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif menunjukkan potensi pertumbuhan.

"Ada pergeseran dalam struktur ekonomi di NTB dan kita akan terus mengoptimalkan dampaknya secara lebih meluas dan merata bagi masyarakat," ujarnya.

Ada tiga agenda pembangunan NTB yang saling berkaitan. Pengentasan kemiskinan ditempatkan sebagai tujuan utama, pertanian dan pariwisata menjadi sektor penggerak, sedangkan ekonomi kreatif berperan memperluas sumber pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Baca juga: Gekrafs NTB dorong penguatan ekonomi kreatif lewat Hekrafnas

Iqbal menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor penting untuk memperluas peluang ekonomi masyarakat. Menurut dia, NTB memiliki modal besar dari sektor pariwisata, pertanian, kekayaan alam, hingga kreativitas masyarakat lokal.

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika, misalnya banyak peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Salah satunya melalui cerita pedagang kelapa muda yang berhasil meningkatkan harga jual produknya hingga tiga kali lipat setelah berinovasi menjadi coconut smoothie dengan kemasan yang lebih menarik.

"Apa yang berubah? Bukan sekadar nama atau kemasannya. Yang berubah adalah kepercayaan diri untuk berinovasi," ungkap Iqbal.

Baca juga: Forum halal di Jeddah mencatat potensi transaksi Rp15 miliar

Oleh karena itu, Iqbal mengundang semua pihak untuk datang membawa modal, pemikiran, dan gagasan-nya ke NTB.

"Kami membuka pintu selebar-lebarnya. Kami mengundang semua pihak untuk datang membawa modal, pemikiran, dan gagasan. Kami sangat membutuhkan kolaborasi karena kami ingin terus bergerak maju," kata Iqbal.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang turut hadir menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.