Gubernur Jambi: Penyerahan murid secara adat perkuat karakter - ANTARA News Jambi
Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris menilai serah terima murid baru dari orang tua kepada pihak sekolah di SMAN 1 Muaro Jambi secara adat memiliki dampak positif dalam memperkuat karakter sisw...
Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris menilai serah terima murid baru dari orang tua kepada pihak sekolah di SMAN 1 Muaro Jambi secara adat memiliki dampak positif dalam memperkuat karakter siswa, sekaligus upaya dinas pemerintah melestarikan kearifan budaya lokal.
"Ini sesuatu yang beda dari yang lain, di sini ada penyerahan secara adat bagi siswa-siswi yang masuk sekolah pada tahun ajaran baru oleh Lembaga Adat. Ini menunjukkan bahwa kita masih punya norma-norma adat dan kearifan lokal," kata Gubernur Al Haris di Muaro Jambi, Selasa.
Menurut dia, prosesi ini menjadi pembeda, sekaligus bukti komitmen daerah dalam mempertahankan norma dan kearifan lokal.
Melihat pentingnya penanaman nilai tradisi sejak dini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi akan menyiapkan muatan lokal (mulok) khusus pendidikan adat dan budaya untuk jenjang SMA/SMK sederajat.
Bahkan prosesi adat yang sudah diterapkan di SMAN 1 Muaro Jambi ini akan menjadi percontohan untuk penyusunan kurikulum muatan lokal di tingkat satuan pendidikan.
Melalui kurikulum itu, kata dia, diharapkan para siswa dapat memahami batasan, aturan, serta hukum adat yang berlaku sehingga terpelihara dari perilaku yang melanggar norma.
"Sudah waktunya kita berikan mereka pendidikan adat. Kami sudah menyiapkan mulok untuk disajikan kepada anak-anak sekolah. Supaya dari dini mereka mengerti apa itu adat dan norma-normanya," jelas Gubernur Al Haris.
Kepala Sekolah SMA 1 Muaro Jambi Edy menjelaskan prosesi adat di sini merupakan agenda tahunan dalam rangka menyambut siswa baru pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Melalui prosesi ini, para siswa diberikan tunjuk ajar dan nasihat langsung dari Ketua Lembaga Adat, dengan harapan dapat menanamkan kesadaran hukum dan etika.
Ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar serah terima biasa, melainkan prosesi penerimaan murid yang diadatkan. Langkah ini menciptakan keseimbangan hubungan antara tiga komponen utama, yaitu siswa, orang tua, dan guru.
"Ini tahun ketiga, ada 350 siswa baru kelas X yang mengikuti tradisi adat. Kami senang kegiatan ini akan dijadikan percontohan untuk sekolah lain di Jambi," ucap Edy.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.