pickleballvnz.com

Grand Final IPL S2 Jadi Ajang Pemanasan Atlet Indonesia Menuju Asian Games 2026

Para atlet tersebut akan memperkuat delapan klub yang lolos ke babak Grand Final IPL S2. Di sektor putra, empat klub yang akan bersaing adalah ONIC Sport Jakarta, PTM Arwana Jaya, PTM Sukun Kudus, dan Zakhwan S...

Para atlet tersebut akan memperkuat delapan klub yang lolos ke babak Grand Final IPL S2. Di sektor putra, empat klub yang akan bersaing adalah ONIC Sport Jakarta, PTM Arwana Jaya, PTM Sukun Kudus, dan Zakhwan Sport. 

Sementara sektor putri mempertemukan ONIC Sport Jakarta, PTM Arwana Jaya, PTM Sukun Kudus, dan Jasa Raharja Putera. Kehadiran para atlet pelatnas membuat Grand Final IPL S2 memiliki arti penting sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026.

Sekjen IPL, Yon Mardiyono, mengatakan Grand Final tahun ini memang diarahkan agar dapat menjadi momentum bagi para atlet untuk menjaga kesiapan sebelum menghadapi ajang multievent Asia tersebut.

"Grand Final ini seharusnya dilakukan akhir tahun 2025, tetapi tertunda karena ada SEA Games dan beberapa kejuaraan internasional yang diikuti para atlet," ujar Yon di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026).

"Jadi kita undur dan pilih di Agustus ini karena bertepatan dengan HUT RI ke-81 dan bisa jadi persiapan atlet menuju Asian Games 2026."

https://akurat.co/arena/850474/sinyal-kebangkitan-tenis-meja-indonesia-naufal-junindra-sabet-emas-di-sea-youth-championship-2026

Indonesia dijadwalkan mengirimkan sepuluh atlet tenis meja ke Asian Games 2026. Kontingen tersebut terdiri dari lima atlet putra dan lima atlet putri, dengan dua atlet tambahan disiapkan sebagai cadangan.

Seluruh atlet yang masuk dalam persiapan Asian Games tersebut akan tampil di Grand Final IPL S2. Kondisi ini membuat persaingan antarklub diprediksi berlangsung ketat.

Salah satu atlet yang akan tampil adalah Muhammad Naufal Junindra Irawan dari ONIC Sport Jakarta. Ia mengakui persiapan maksimal dibutuhkan karena kualitas lawan yang akan dihadapi cukup tinggi.

"Persiapan kami sangat keras jelang Grand Final. Lawan-lawan yang dihadapi bukan sembarangan, jadi persiapan harus maksimal," kata Naufal.

Selain menjadi ajang persiapan atlet, Grand Final IPL S2 juga digelar dengan konsep yang berbeda. Pertandingan ditempatkan di area pusat perbelanjaan untuk mendekatkan olahraga tenis meja kepada masyarakat.

Menurut Yon, pemilihan Trans Studio Mall Cibubur diharapkan dapat membuat pertandingan lebih mudah disaksikan masyarakat yang sedang beraktivitas di pusat perbelanjaan.

"Kami adakan di tengah-tengah mal dengan tujuan memasyarakatkan olahraga tenis meja. Diharapkan bisa menarik perhatian pengunjung pusat perbelanjaan sehingga bisa mulai mencintai tenis meja," jelasnya.

IPL Season 2 sendiri diikuti 153 klub. Namun, penyelenggaraan Grand Final harus mengalami penundaan dari jadwal semula pada akhir 2025 karena sejumlah atlet harus mengikuti agenda internasional.

Dari sisi pertandingan, Grand Final IPL S2 menerapkan format berbeda untuk sektor putra dan putri. Sektor putra memainkan tiga partai tunggal, sedangkan sektor putri terdiri dari dua partai tunggal dan satu partai ganda.

Selain pertandingan utama, Grand Final IPL S2 juga menghadirkan laga eksibisi yang mempertemukan selebritas Desta Mahendra dan Bedu.

Bedu menilai pertandingan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali tenis meja kepada masyarakat. Menurutnya, olahraga tersebut dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia.

"Saya akan melawan Desta. Kami ingin membantu memasyarakatkan kembali olahraga pingpong ini. Olahraga pingpong sangat bagus karena bisa dimainkan semua kalangan, tak peduli usia," kata Bedu.

Dengan hadirnya para atlet yang dipersiapkan menuju Asian Games 2026, Grand Final IPL S2 tidak hanya menjadi perebutan gelar antarklub. Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mengukur kesiapan sebelum memasuki persaingan di level Asia.